Polisi Pengkavling Surga
Kediaman Mulina (19), di Desa Teungoh Reuba, Kecamatan Meurah Mulia, Selasa (07/07), gaduh. Sore itu, rumah remaja penyandang kongenital itu dikerumuni warga.
Ada yang mengintip dari jendela, pintu, dan dinding terpal rumah. Kondisi kediaman Mulina, samgat memprihatinkan. Hanya terbuat dari papan dan terpal yang kebanyakan sudah bolong-bolong.
Warga pun berbisik-bisik, seperti sedang berguncing. Dari jarak beberapa meter, seorang pria berseragam coklat, mengenakan topi dan masker, melangkah mantap masuk ke dalam rumah.
Senyum haru Mulina dan ibunya mengembang. Ibu Mulina tak menyangka kedatangan tamu spesial. Tak ada persiapan apa-apa menyambut sang tamu. “Ibunya (Mulina) mau nangis karena rumah reot mereka didatangi Kapolres,”sebut seorang warga, dengan logat Aceh kental.
Ya, sekira jam 16.40 WIB, AKBP Eko Hartanto SIK MH, orang nomor wahid di Mapolres Lhokseumawe, menjenguk remaja berkelainan fisik sejak lahir itu. “Ini wujud empati saya terhadap Mulina. Sekalian kita juga memanjatkan doa untuk kesembuhannya dan semoga keluarga diberi kesabaran,” ucap Eko.
Suasana haru pun menyelimuti rumah tersebut. Mulina, hanya bisa tersedu di atas tikar. Dia terbaring selama lebih 19 tahun. Tak bisa bangkit, tak bisa menggerakkan tubuhnya secara normal.
Melihat langsung kondisi warganya yang menyayat hati, kerap dilakoni Eko. Blusukan model seperti itu, diakuinya, dilhami dari Kapolda Banda Aceh Irjen Wahyu Widada.”Beliau (Kapolda) melabeli kegiatan ini dengan menjemput Kue Surga. Polisi selain bertugas memberikan rasa aman, juga diharuskan membantu warga dalam kesusahan,” tambahnya. Eko, bahkan polisi-polisi Indonesia lainnya, punya asa besar. Menjadikan tugas dan profesinya sebagai ladang ibadah. Berkeinginan mengkavling surga ketika berbakti di dunia.(ril)