Imbas Pendemi C - 19, Media Cetak Terancam, Ketua SPS Sumut : Pemerintah Harus Beri Solusi
Medan, Halomedan.co
Pandemi Corona yang terus merebak di seluruh dunia bukan hanya mempengaruhi perekonomian global, namun makin menimbulkan dampak buruk bagi kelangsungan media cetak di Indonesia. Situasi ini makin diperparah dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga mendekati Rp. 17.000 yang secara otomatis menaikan harga kertas koran. Situasi ini jg melemahkan daya beli masyarakat sehingga memperparah situasi persuratkabaran saat ini. Dikuatirkan apa yg sedang terjadi saat ini dengan metebaknya wabah virus corona bukan tidak mungkin bisa membuat banyak media cetak gulung tikar.
“Pemerintah juga harus memberi solusi agar perusahaan penerbitan media cetak dapat bertahan dalam situasi yang sulit seperti sekarang ini, karena selain harus bersaing dengan media digital dalam berbagai bentuk penyajian yang cepat dan murah dalam merebut pasar pembaca, media cetak harus berhadapan dengan perdagangan gobal dalam pembelian bahan baku cetak berupa kertas, tinta dan lainnya. Kami sedang menghadapi situasi sulit dan hal ini makin diperparah dengan wabah Covid 19 yang mengakibatkan pasar pembaca cetak makin berkurang,” kata Ketua Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumut, Farianda Putra Sinik,SE kepada wartawan di Medan, Rabu (1/4).
Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil langkah strategis dalam menyelamatkan bisnis media cetak, apalagi sejarah bangsa ini tidak bisa lepas dari peran media cetak yang ikut andil dalam merebut dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa.
Media cetak, kata Farianda, sebagai bagian dari pers perjuangan adalah bagian dari sejarah bangsa. “Kita tidak bisa memungkirinya dan jangan sampai media cetak hanya akan menjadi catatan sejarah saja. Pemerintah harus segera memberi solusi agar keberlangsungan media cetak bisa bertahan dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih ini,” ujar Farianda yang sehari-hari menjabat sebagai Pemred Harian Medan Pos.
Menurutnya, salah satu solusi yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan memberi penghapusan pajak kertas, atau setidaknya memberi keringanan dalam bentuk dispensasi pajak. Bentuk lain lagi juga bisa diberikan stimulus agar usaha penerbitan media cetak bisa bertahan.
“Sebagai Ketua SPS Sumut saya sudah menyampaikan langsung kepada Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, namun belum ada respon yang positif sampai saat ini, karena harga kertas terus melambung seiring melemahnya rupiah,” katanya.
Menurut Farianda, pihaknya memahami betul situasi pemerintah sedang consen mengantisipasi pandemi Corona yang melanda negeri ini dalam sebulan terakhir, namun dari sisi bisnis informasi juga harus menjadi perhatian.
“Corona bukan hanya membinasakan manusia, bisnis media cetak juga bisa binasa jika pemerintah tidak peduli terhadap kelangsungannya. Kami berharap pemerintah pusat dan daerah juga memikirkan kesinambungan kami, karena di media cetak ini banyak wartawan yang menggantungkan harapan hidupnya. Jika media cetak tutup berapa banyak wartawan yang menderita, termasuk keluarganya,” katanya. Red