Pelantikan Eselon II Pemprovsu Batal , Tarik Menarik Kepentingan
MEDAN , halomedan.co
Rencana pelantikan pejabat struktural Pemprovsu yang sudah dijadwalkan pada Senin (23/3) di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Jalan Sudirman 41 batal diadakan dan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Belum tahu apa alasan batalnya pelantikan pejabat struktural pemprovsu tersebut.
Sebagaimana informasi yang beredar di kantor Gubsu jalan Diponegoro Medan, Senin (23/3), pembatalan pelantikan tersebut karena adanya himbauan tidak dibenarkan membuat keramaian, sehingga pelantikan urung dilanjutkan.
Sementara sumber lain menyebutkan, pelantikan pejabat struktural Pemprovsu masih ada tarik menarik kepentingan antara pejabat tinggi di Pemprovsu, sehingga pejabat hasil seleksi belum juga dilantik. Bahkan sampai hari ini masih banyak pejabat yang rangkap jabatan, karena dijabat Plt.
“Memang dijadwal Pelantikan Pejabat Esselon II hari ini, Senin (23/3). Namun ditertunda, sampai kapan belum tahu,” ujar seorang pejabat kantor Gubsu, saat dimintai keterangannya.
Sayang dia tak dapat menjelaskan alasan ditundanya pelantikan Esselon II tersebut. Saat disinggung apakah alasan pembatalan pelantikan lantaran disinyalir bermasalah, pejabat tersebut mengaku tidak tahu.
Sementara Kabiro Humas dan Keprotokolan Hendra Dermawan siregar mengataan, belum bisa memberi komentar. “Silahkan pertanyakan alasan itu ke Badan Kepegawaian Daerah Pemprovsu, mereka mungkin yang tahu,” katanya.
Menurut sumber juga, rencana pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Pejabat Eselon II ditengarai bakal bermasalah. Sebab kata dia pelantikan tidak sepenuhnya merujuk pada hasil seleksi jabatan yang dilakukan sekitar pertengahan 2019 lalu.
Kabar yang beredar juga, hasil seleksi jabatan tinggi pratama sampai hari ini juga belum mendapat persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Padahal beberapa pejabat Pemprovsu akan dirotasi seperti, Kaban BPPRD Sumut akan dijabat Baharuddin Siagian, sementara Kadisporasu akan dijabat Mulyadi Simatupang, Kepala BPKAD akan dijabat Suriyadi, dimana BPKAD saat ini dirangkap jabatan oleh Kadisdukcapil Sumut Ismael P Sinaga.
Sementara itu Ketua Sumut Institute Osriel Limbong mengatakan, “pembatalan pelantikan pejabat eselon II Pemprovsu, bisa saja karena wabah virus corona, karena pemerintah sudah membuat larangan untuk membuat keramaian dan lain sebagainya. Dan kemungkinan lain masih adanya tarik menarik penempatan pejabat eselon II oleh pejabat tinggi di Pemprovsu, mungkn belum sinkron sehingga terpkasa batal lagi,” tegas Osriel Limbong.
Sudah lebih kurang hasil seleksi jabatan sampai hari ini belum dilantik. Itu artinya, Gubsu dan Wagubsu sebagai pengambil keputusan di Pemprovsu hanya masalah jabatan saja tidak selesai.
Bagaimana membuat Sumut bermartabat kalau melantik dan menempatkan pejabat eselon II hasil seleksi saja masih banyak kepentingan.
“Kita berharap Gubsu-Wagubsu termasuk sekda harus duduk bersama, kalau masih ada seorang pejabat tinggi saja masih memaksakan kehendaknya untuk melantik pejabat yang memang karena kedekatan dan lain sebagainya. Sampai kapanpun persolan jabatan di Pemprovsu tak akan selesai dan bahkan terjadi perang dingin,” ungkapnya. (TIM)