Shohibul : Akhyar-Bobby Adu Pengaruh
MEDAN , Pilkada Kota Medan 2020 sudah semakin dekat. Para balon Walikota dan Wakil Walikota Medan mulai mendatangi masyarakat untuk hanya mengambil simpatik agar dapat dipilih dalam Pilkada nantinya.
Para balon yang munculpun sepertinya tidak tanggung-tanggung. Ada balon yang mengandalkan pengaruh keluarga dan ada pula mengandalkan kinerjanya selama ini.
Seperti balon Walikota Medan sebut saja Akhyar Nasution yang juga Plt WaliKota Medan, ada Bobby Nasution yang juga menantu presiden RI Joko Widodo dan Ihwan Ritonga yang juga Wakil Ketua DPRD Medan.
Pemerhati Sosial dan Politik Shohibul Anshor Siregar mengatakan, “Akhyar Naution berharap partainya adil dan tak menciptakan diskresi yang dapat mengabaikan hak dan kesempatannya berusaha mempersembahkan karya terbaiknya kepada negara dan bangsanya melalui orbitasi politik PDIP. Setiap orang yang berposisi seperti dia akan berharap sama, minta adil dan tak underestimated,” ujar Shohibul Anshor Siregar kepada SUMUT24, Selasa (28/1).
Tidak fair juga menimpakan cap apa pun kepadanya sekaitan dengan reflelsi pemikiran orang terhadap kondisi kota Medan saat ini yang pada dasarnya belum pernah secara penuh menjadi tanggung jawabnya sesuai sistem penerintahan daerah.
Lehih lanjut Dosen Fisipol UMSU tersebut, Bobby mungkin sedang berayun dalam dua tarikan ufuk yang berbeda dalam kaitannya dengan penentuan pasangan, sehingga jelas Akhyar Nasution – Bobby Nasution adu pengaruh dalam Pilkada.
Apalagi satu ufuk dia percaya bahwa berpasangan dengan orang independen yang berjejaring kuat adalah hal paling logis untuk maju.
Tetapi pada saat bersamaan ufuk besar kepartaian lain memancarkan demand dengan rasionalitas keniscayaan kapital.
Pada ufuk kedua ini figur-figur yang tak cuma berbasis kepartaian saling adu pengaruh. Boleh disebut figur-figur itu pada dasarnya dengan atau tanpa partai sudah cukup mapan meski mereka tetap berusaha menyamarkan kekuatan pribadi itu dalam warna partai, ucapnya. (W03)