Ormas Islam Rekomendasikan 6 Balon Walikota
Medan I Sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam merekomendasikan 6 nama untuk bisa ikut berkontestasi di Pilkada Medan 2020. Enam nama tersebut selama ini dianggap paling banyak berkontribusi untuk kemaslahatan umat Islam.
Chairul Munadi dari Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sumut, menyebut enam nama bakal calon wali kota dan wakil wali kota yang dihasilkan berdasarkan hasil pembahasan ormas Islam adalah Irfan Hamidy, Dedi Iskandar Batubara, Azwir Ibnu Azizi, Latif Khan, Qosim Nurseha dan Abdul Hakim Siagian.
Sementara itu, Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), Rholand Muary pesimis melihat 6 nama bakal calon Wali Kota Medan yang direkomendasikan oleh sejumlah ormas Islam untuk bertarung pada Pilkada Medan 2020.
“Sejauh ini, ormas Islam belum signifikan untuk punya bergain (kekuatan) politik dalam merekomendasikan nama (calon wali kota),” katanya.
Sebelumnya, Silaturahmi Ormas Islam Sumatera Utara dilaksanakan pada Minggu (19/1/2020) di Aula MUI Medan dengan pembicara Abdurrahman Syehabubakar dari Institute for Democracy Education (IDE), Ustad Dr. Ir Masri Sitanggang dan Ustad Ir. Ahmad Muklis bertema “Konsolidasi Umat Dalam Mengahadapi Pilkada 2020”.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Aliansi Ormas antara lain Kahmi Medan, GIP NKRI, PA 212 Sumut, FUI Sumut, DPP Kaumi, Fosil BKM, Aliansi Satu Cinta dan tokoh umat di Medan.
Lalu, pada hari Rabu (22/1/2020) para tokoh umat dan ketua Ormas kembali mengadakan musyawarah terbatas dengan agenda pembentukan tim perumusan visi, misi dan program pembangunann Kota Medan.
Dalam rumusan tersebut, ternyata tim yang dibentuk juga melakukan penjaringan nama-nama bakal calon Wali Kota Medan Pilkada 2020.
“Pada intinya bahwa umat Islam Kota Medan akan mengajukan calon Wali Kota Medan dengan membawa program-program pembangunan Kota Medan,” ujar moderator konsolidasi itu, Chairul Munadi.
Sementara itu, Anggota DPD RI asal Provinsi Sumut, Dedi Iskandar Batubara mengucapkan terima kasih kepada ormas Islam yang memasukkan namanya sebagai salah satu bakal calon Wali Kota Medan pada Pilkada Serentak 2020.
“Yang pertama saya tidak menyampaikan kesediaan dan kesiapan untuk Pilkada Medan sampai hari ini belum Saya kira itu rekomendasi tokoh umat berharap Medan bisa lebih baik ke depan,” ujar Dedi ketika dikonfirmasi, Selasa (28/1).
Sedangkan Ketua DPP Kesatuan Aksi Umat Islam (KAUMI), Irfan Hamidy mengaku belum pernah diajak berbicara dengan sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) Islam yang memunculkan namanya sebagai bakal calon wali kota di Pilkada Medan 2020. Meski demikian, ia akan mempertimbangkan wacana tersebut dengan menimbang hal positif dan negatif apabila dirinya maju dalam kontestasi Pilkada Medan 2020.
“Saya pertimbangkan dulu positif dan negatifnya,” ujar Irfan ketika dikonfirmasi.
Kata dia, yang juga harus dipertimbangkan dan diperhitungkan saat ini adalah dukungan dari umat. Menurutnya, apakah umat Islam masih solid ketika Ormas Islam mengajukan beberapa nama untuk dicalonkan.
Calon lainnya, Azwir Ibnu Aziz menyatakan kesiapannya untuk bisa maju dan berkontestasi dalam ajang pemilihan calon wali kota di Pilkada Medan 2020.
Azwir sendiri hanya bersedia maju apabila melalui jalur perseorangan atau non partai politik. Sebab, dia tidak ingin terikat dan tersandera. “Kalau independen (perseorangan) saya mau, kalau partai nanti ada keterikatan,” katanya ketika dihubungi kemarin. (red)