Ijeck: Target 2022, Reli Dunia di Sumut
PARAPAT , Halomedan.co
Pereli Rihans Variza dengan navigator Anthony Sarwono dari Tim HRVT BGM HBM BMB Rally menjuarai Danau Toba Rally 2019 yang juga seri ketiga atau terakhir Kejuaraan Reli Nasional digelar di trek Hutan Tanaman Industri PT Toba Pulp Lestari Sektor Aek Nauli, Parapat Simalungun Sumatera Utara, Minggu (24/11/2019). Dalam ajang reli yang menempuh jarak 133,91 kilo meter dalam 11 special stage, Rihans mencatat total waktu 01:43:50,2 jam.
Rihans yang mengendarai Mazda2 AP4 menyisihkan juara dua seri sebelumnya, Subhan Aksa alias Ubang dari tim FBRT Sports yang mengendari Mitsubishi Lancer Evo X.
Ubang pada seri ketiga ini hanya menepati posisi keempat dengan catatan waktu 01:50:31,2 jam. Sementara posisi kedua dan ketiga masing-masing diraih pereli Rizky Prayoga dan Musa Rajekshah alias Ijeck.
Pereli tim Jagonya Ayam, Sean Gelael dengan mobil Citroen S3 R5 meski mencatat waktu tercepat di beberapa SS, namun hanya menempati peringkat kelima karena terkena penalti penambahan waktu. Sean sempat mengalami pecah ban pada SS3 dan SS6 yang berlangsung pada Leg 1 hari Sabtu kemarin.
Saat mengalami pecah ban di SS3, mobil Sean terpaksa diperbaiki di tempat finish SS3. Insiden pecah ban di SS3 ini sempat mengharuskan mobil Sean ditangani mekanik khusus yang didatangkan timnya dari Citroen.
Sementara sesuai aturan, seharusnya mobil setiap pereli diperbaiki di area servis yang berada di Kota Parapat, sekitar 56 kilo meter dari finish SS3.
“Sean tidak bisa bergabung ke service park karena mobilnya harus dibenerin di finish SS3. Sementara regulasinya semua mobil harus dibenerin di dalam service park,” ujar Manajer Media Tim Jagonya Ayam, Aswin Rizal Harahap soal penalti pengurangan waktu yang harus dialami Sean.
Sementara Musa Rajekshah, atau yang akrab disapa Ijeck yang juga Wakil Gubernur Sumatera Utara puas dengan penyelenggaraan seri terakhir kejurnas reli 2019. Dua seri sebelumnya Sumut selalu menjadi tuan rumah, termasuk seri kedua yang digelar berbarengan dengan Asia Pacific Rally Championship pada Juli lalu di trek Rambung Sialang Deli Serdang.
“Kami memang punya cita-cita besar adalah WRC (World Rally Championship) harus kembali ke Sumatera Utara karena itu pernah terjadi di tahun 1996/1997. Dan itu kami persiapkan dari sekarang, kami targetkan tahun 2022 kejuaraan dunia reli bisa kembali ke Sumatera Utara dan bisa digelar di Danau Toba, Kabupaten Simalungun,” ujar Ijeck.
“Kami memang punya cita-cita besar adalah WRC (World Rally Championship) harus kembali ke Sumatera Utara karena itu pernah terjadi di tahun 1996/1997. Kami targetkan tahun 2022 kejuaraan dunia reli bisa kembali ke Sumatera Utara dan digelar di Danau Toba,” ujar Ijeck.
Trek di seluruh SS dalam Danau Toba Rally 2019 diakui sangat sulit oleh sejumlah pereli. Selain medannya yang berbatu, hujan deras pada hari Jumat atau tepat sehari sebelum Leg 1 membuat sejumlah rute juga berlumpur.
Juara reli nasional tahun lalu Ryan Nirwan mengakui, trek berbatu menjadi tantangan tersendiri. “Kalau lihat treknya memang super rough terutama di SS3 dan SS6. Batu-batunya cukup besar. Masing-masing pembalap harus punya strategi sendiri untuk mengatasinya,” ujar Ryan yang kali ini gagal mendapat podium.
Seperti Ryan, Ubang, juara di dua seri sebelumnya yang juga berlangsung di Deli Serdang Sumut, mengakui memang lintasan di Aek Nauli Gorbus cukup berat. Meski dia sudah mengantisipasinya, tak ayal mobilnya juga sempat mengalami pecah ban di trek ini. “Kalau medan sudah ketahuan seperti apa sesuai antisipasi kami. Cuma memang lintasannya tidak mudah, ban kami cukup disiksa,” ujarnya. (red)