Polisi Diminta Tangkap Gudang Penyimpanan Jamu Ilegal
Deliserdang | halomedan
Polisi diminta untuk melakukan penelusuran dan penindakan terkait berdirinya gudang penyimpanan jamu ilegal di Jln Istirahat, Psr 7, Desa Tembung, Kec Percut sei Tuan, Kab Deliserdang, yang diduga mengandung zat atau bahan berbahaya dalam pembuatannya.
Dari informasi yang diterima, gudang jamu tersebut berdiri berkedok sebuah kantor redaksi media online bernama Tipikor. Sehingga sepintas lokasi itu hanya dikira warga adalah sebuah kantor redaksi semata. Namun lamban laun warga curiga, sebab banyak pekerja yang keluar masuk dan bekerja disana hingga lembur. Warga pun menanyakan pada pekerja terkait status mereka. Usut punya usut ternyata mereka mengaku itu adalah pabrik jamu.
Warga pun sempat geram, akibat aktivitas di gudang itu yang mengganggu kenyamanan warga. Bahkan pihak pemilik jamu menyuruh RT untuk meminta warga melakukan tanda tangan surat pernyataan yang isinya terkait bahwa warga tidak merasa terganggu dengan aktivitas gudang jamu tersebut. Namun sayangnya warga menolak melakukan tanda tangan tersebut.
“Saya rasa ini gudang jamu ilegal, karena gak ada nama PT atau perusahaannya terpampang yang ada hanya nama Media Tipikor. Kabarnya mereka membuat jamu obat kuat yang dipasarkan ke manca negara, dan diduga ada zat berbahaya yang dipakai untuk pembuatan jamu tersebut, makanya jamu mereka tak terlihat beredar dipasaran,” ungkap TM salah satu warga asli disana yang kediamannya dekat dari gudang tersebut.
Menurutnya, polisi harus segera melakukan penelusuran terkait status gudang jamu ini. Jika memang benar ada bahan berhaya dalam pembuatannya dan juga tak memiliki izin usaha, maka tangkap saja langsung pemiliknya. Karena ini sangat meresahkan warga.
Hal senada juga dikatakan FN warga yang tinggal tak jauh dari gudang itu juga. FN mengaku, proses pekerjaan mereka sangat tertutup, bahkan seperti ada aparat yang membackup setiap jamunya mau di kirim.
“Saya pernah lihat jamunya di bungkus dalam kardus dan diangkut lewat mobil box TIKI tipe colt diesel, dan pengangkutan dilakukan secara cepat dan dijaga dengan ketat,” ungkap FN.
Sementara itu, saat wartawan mencoba melakukan konfirmasi langsung ke lokasi gudang tersebut, Hardi salah satu pimred media Tipikor langsung menemui kami. Dia meminta agar kami tidak melakukan pemberitaan terkait adanya gudang jamu ini.
“Sudahlah ngapai diganggu, semua bisa dibicarakan, berkawannya kita,” ujar Hardi, salah satu pria yang mengaku sebagai Pimred Tipikor tersebut sembari tak mau menjawab pertanyaan wartawan soal status gudang jamu tersebut.