Ini Sosok Kiprah Eldin Yang Santun Itu
MEDAN, Mendengar Wali Kota Medan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saya sempat terkejut. Saya benar-benar tak menyangka. Rasa-rasanya seperti mimpi saja. Sebab sebagai pemilik koran saya terus terang kenal betul dengan sosok lelaki suka senyum itu.
Memang setiap Walikota Medan punya kebijakan-kebijakan sendiri. Semuanya punya prestasi. Tetapi Dzulmi Eldin juga punya segudang prestasi yang tak kalah pentingnya. Dia banyak menerima award-award dari pemerintah pusat.
Bagi saya ter-OTT-nya Bang Eldin hanya merupakan nasib naas saja. Sebab siapa di negeri ini yang tidak sedang diincar KPK? Dan siapa pula yang tidak silap. Saya kira ini tinggal menunggu giliran saja, seperti bom waktu.
Saya belum bisa memvonis orang nomor satu di Kota Medan ini buru-buru. Pertama, Bang Eldin juga ternyata bukan terkena OTT. Beliau diambil KPK disaat sedang terapi di salah satu rumah sakit di kota ini. Itu terjadi setelah ajudannya ditahan KPK, barulah KPK menjemput Bang Eldin.
Kita tidak tahu mengapa Bang Eldin dijemput KPK. Apa yang dikatakan si ajudan kepada KPK? Kita juga belum tahu, bagaimana sehingga ada uang Rp200 juta itu, kita juga belum jelas. Semuanya belum terang benderang. Bang Eldin juga masih siperiksa. Kita berharap beliau dilepas lantaran tidak bersalah.
Kita tidak boleh juga tutup mata betapa Bang Eldin sebenarnya banyak berbuat membangun Kota Medan ini. Yang paling nampak di mata adalah pembangunan jalan-jalan di kota Medan. Jalan-jalan itu dulu begitu kupak-kapiknya. Namun, sejak Jokowi menjai presiden, Eldin mampu membangun jalan-jalan di Kota Medan menjadi beton.
Betapa kesalnya kita dulu jika hujan sebentar saja maka jalan-jalan tersebut banjir hingga sepaha orang sewasa. Tetapi kini, cobalah lihat. Sejak dibeton, pengendara sepeda motor sudah tidak tenggelam lagi. Meski kita akui masih ada genangan air, tapi masih bisa dilalui.
Kemudian cobalah lihat taman-taman. Meski belum sempurna, tetapi harus jujur kita akui, taman-taman itu di beberapa tempat sudah mulai tertata dengan baik. Kursi-kursi publik di sekeliling Lapangan Merdeka Medan juga sudah terpasang dengan baik. Ini semua jelas menambah indahnya Kota Medan.
Bagaimanapun membangun sebuah kota dengan masyarakat yang majemuk dan memiliki karakteristik yang keras memang tidak mudah. Tapi Bang Eldin mulai menunjukkan jati dirinya, bahwa kelembutan juga bisa diandalkan untuk menjadi pemimpin. Tidak harus berkerakter keras meski Medan terkenal dengan masyarakatnya yang keras.
Kemudian coba kita mau melihat sedikit ke dunia kesenian dan budaya? Apakah ada walikota sebelumnya yang peduli dengan kesenian dan kebudayaan ini? Tetapi Eldin mau. Satu-satunya walikota Medan yang mau menerbitkan Perwal tentang kesenian, melalui Perwal No 10 tahun 2014.
Saya sebagai Pemred sekaligus pemilik media terus terang merasa miris melihat peristiwa ini. Apalagi begitu banyak, orang di media sosial yang membully Bang Eldin. Bayangkan, di tangan Bang Eldin berapa banyak media yang objektif dalam pemberitaan. Semua itu tentu saja karena ketenangan beliau yang mampu mengayomi hampir semua insan media yang hidup di kota ini. ( ***)
oleh:
Pemred Sumut24 Rianto Aghly