Puan Maharani Perempuan Pertama Pimpin DPR RI
Jakarta , Setelah melantik 575 anggota DPR pada Selasa siang (1/10), sidang paripurna DPR akhirnya menetapkan Puan Maharani sebagai ketua DPR RI dan Sufmi Dasco Ahmad, Muhaimin Iskandar, Rahmad Gobel serta Azis Syamsuddin sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024.
Terpilihnya mantan Menko PMK ini sebagai ketua parlemen sesuai dengan UU MPR, DPR, DPD, DPRD (MD3) yang menyebutkan posisi Ketua DPR berasal dari partai pemenang Pemilu. Dimana Puan Maharani meraih suara terbanyak dalam Pileg dengan jumlah 404.034 suara dan berasal dari PDIP yang menjadi partai pemenang pemilu 2019.
Sementara itu, usai dilantik, Puan Maharani menyampaikan pidato pertamanya dalam rapat paripurna DPR RI. Puan pun mengingatkan kepada seluruh anggota DPR RI untuk tetap menjaga keutuhan NKRI. Bahwa tugas dari seluruh anggota dewan tidaklah mudah. Ada sejumlah tantangan yang mesti ditempuh pada era revolusi industri 4.0.
“Era teknologi digital yang menguasai hampir setiap kehidupan manusia, menciptakan kondisi kehidupan masyarakat dan negara terbuka secara sosial, budaya, ekonomi, dan politik, persaingan global semakin tajam, berbagai permasalahan yang memiliki karakter dan substansi yang berbeda-beda,” kata Puan di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Selasa (1/10/2019).
Selain itu, Puan menjelaskan bahwasanya anggota dewan bisa memiliki kemampuan dan kekuatan di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya, agar dapat mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila.
“Oleh karena itu, sangat penting bagi kita semua, anggota Dewan, untuk senantiasa meningkatkan kapabilitas dalam merespons berbagai perkembangan, sehingga dapat mengambil keputusan yang terbaik dan bermanfaat bagi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara yang kita cintai ini,” ujarnya.
Lebih jauh, Puan pun mengingatkan kepada seluruh anggota DPR RI untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.
Ia meminta untuk tetap bersama-sama memantapkan dan meneguhkan Pancasila sebagai ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara, UUD Negara Republik Indonesia 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan dalam kehidubann berbangsa dan bernegara.
Diketahui, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri ikut menghadiri ketika Puan resmi dilantik menjadi Ketua DPR RI. Megawati pun sempat memberikan selamat dan memeluk Puan saat naik ke atas podium pidato di ruangan Rapat Paripurna DPR RI. (red)