Demo Tolak RUU KPK dan KUHP, Mahasiswa dan Aparat Bentrok
Rantauprapat | halomedan.com
Sejumlah aparat keamanan dari Polres dan Satpol PP Labuhanbatu dilaporkan terluka saat menghadang aksi unjuk rasa seratusan mahasiswa didepan gedung DPRD Labuhanbatu, Senin (30/09) siang. Massa tak henti meneriakkan tolakan terhadap Rancangan Undang Undang KPK dan KUHP yang kian keras digaungkan.
Suasana semakin memanas saat anggota legislatif tak kunjung menemui massa unras yang telah berpeluh di depan gedung milik rakyat tersebut. Ujungnya, bentrokan pun tak dapat dihindarkan. Dua mahasiswa teejebak kerumunan petugas, hingga tak dapat melepaskan diri dari benturan dan mengakibatkan luka di sejumlah anggota tubuhnya.
Sementara di pihak aparat keamanan, tiga anggota polwan dan seorang anggota Satpol PP juga mengalami luka luka akibat bentrokan tersebut. Saat ini dua korban luka dari pihak mahasiswa tengah dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Rantauprapat, seperti dikatakan Humas RSU Rantauprapat Doni Simamora kepada halomedan.com melalui sambungan telepon seluler, Senin (30/09) sore, “informasi sementara yang dapat saya sampaikan, ada dua orang adik adik mahasiswa jenis kelamin laki laki yang saat ini tengah ditangani pihak medis rumah sakit” tegas Doni.
“mereka sedikit mengalami cedera di bagian wajah dan beberapa anggota tubuh lainnya. Namun menurut dokter, keduanya diperbolehkan pulang setelah selesai menjalani perawatan”, ungkap nya.
Saat ditanya apakah ada anggota Polri yang dirawat di RSU tersebut, Doni mengatakan tidak tahu.
Hingga kini pihak Polres Labuhanbatu belum memberi keterangan resmi terkait anggotanya yang terluka dalam aksi unjuk rasa siang tadi. Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Jamakita Purba tidak merespon saat dihubungi melalui selular beberapa saat lalu.
Sementara Kepala Satpol PP Labuhanbatu Abdul Haris Nasution saat dihubungi halomedan.com mengaku salah satu anggotanya turut terluka dalam insiden bentrok siang tadi. “ya, sampai saat ini masih ada satu laporan kepada saya bahwa anggota saya ada yang terluka atas nama Rifi Hamdani, dia mengalami luka di bagian kakinya karena terkena besi pagar yang roboh sewaktu menghalau para demonstran tadi”, ucapnya melalui sambungan seluler.
“namun sampai sekarang yang bersangkutan belum ditangani secara medis, karena kami masih tetap berjaga di depan kantor DPRD bersama pihak kepolisian untuk mengantisipasi adanya aksi susulan dari para demonstran tadi”, pungkas Haris.
Pantauan halomedan.com suasana di dua lokasi berbeda yakni di depan Mapolres Labuhanbatu Jalan MH Thamrin Rantauprapat dan area gedung DPRD Labuhanbatu Jalan Sisingamangaraja Rantauprapat, menggambarkan situasi yang cukup kondusif. Dimana kedua belah pihak terlihat sudah dapat menahan diri meski rasa lelah masih menggeluti wajah wajah mereka.
((Imanuddin))