Polisi Amankan 517 Pelajar Dalam Aksi Demo di DPRD Sumut
MEDAN -halomedan.co
Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pelajar di DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol, Medan pada Jumat (27/9) lalu yang berujung ricuh dengan pihak kepolisian. Polisi mengamankan 517 pelajar yang masih di bawah umur. Dimana, tiga diantaranya membawa senjata tajam dan bom molotov.
“Dari hasil pemeriksaan secara intensif tiga pelajar yang membawa senjata tajam serta bom molotov berhasil diamankan petugas,” katanya Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto di Mapolrestabes Medan, Senin (30/9).
Dadang mengungkapkan bahwa dari 517 pelajar yang ikut unjuk rasa berujung ricuh tersebut, polisi telah memulangkan seluruh pelajar yang diamankan termasuk juga pelajar yang terbukti positif narkoba dan juga membawa sajam.
“Semua pelajar yang diamankan sudah dipulangkan setelah dipanggil para orang tua masing-masing. Sementara untuk pelajar yang positif narkoba dilakukan rehabilitas dengan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan,” ungkapnya.
Dadang menjelaskan bahwa ratusan pelajar yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut tersebut, sebelumnya tidak ada membuat laporan kepada pihak kepolisian.
“Oleh karena itu kedepannya diimbau kepada para pelajar untuk tidak ikut unjuk rasa karena dikhawatirkan akan menjadi korban,” jelasnya.
Sementara sebelumnya, Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan bahwa dari ratusan pelajar yang diamankan, ditemukan empat orang, dimana satu diantaranya positif narkoba menggunakan sabu-sabu sedangkan tiga orang lagi terindikasi pernah menggunakan narkoba.
“Pihak keluarga sepakat untuk siswa yang positif dilakukan rehab. Jadi pelajar yang positif kami kirim ke balai rehabilitasi,” katanya.
Untuk diketahui bahwa sebelumnya pada Jumat (27/9) siang usai shalat Jumat para pelajar dari berbagai sekolah unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut. Saat unjuk rasa tersebut, petugas Polwan mencoba menasehati para pelajar tersebut untuk kembali ke rumah mereka. Namun, mereka tidak mengindahkan nasehat dari Polwan tersebut. Tidak lama kemudian, para pelajar terpecah dan terlibat saling lempar dengan pihak kepolisian hingga akhirnya ricuh.
Kemudian, aksi tersebut berhasil diredam oleh pihak kepolisian dan kembali kondusif. Tidak lama kemudian sekitar pukul 16.30 WIB kembali aksi antara pelajar dan pihak kepolisian kembali pecah. Kericuhan terjadi di sekitar Lapangan Benteng depan DPRD Medan. Dimana, posisi tersebut merupakan kelompok dari pelajar. Sempat terjadi pelemparan batu di sekitar lokasi ini. Massa pelajar sempat mendobrak gerbang Gedung DPRD Medan yang ada di sebelah DPRD Sumut. Kaca-kacanya pun berpecahan.
Polisi menembakkan meriam air dan gas air mata. Mereka memukul mundur para pelajar. Bentrok berlanjut di sekitar depan Wisma Benteng. Sekitar pukul 18.00 WIB bentrokan tersebut akhirnya bisa diredam. Petugas kepolisian pun ditarik dari sana. Situasi pun mulai kondusif.(res)