Sergai Salahsatu Kabupaten/Kota Ikut General Assembly TPO-AP di Korsel
Busan City, Korsel, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) merupakan salahsatu dari sepuluh Kabupaten/Kota dan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang mengikuti General Assembly Tourism Promotion Organization Asia Pasific (TPO-AP) yang diselenggarakan oleh Korea Selatan (Korsel).
Event dua tahunan tersebut dihadiri anggota sebanyak 124 city members dari Asia Pasific ini dan ditutup secara resmi oleh Walikota Busan Oh Keo Don di Paradise Hotel Kota Busan Korsel, Jumat (27/9) malam.
“Dievent tersebut, Indonesia hadir dengan sepuluh kabupaten/kota dan Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan Kabupaten Sergai merupakan salahsatunya”kata Bupati Sergai Ir H Soekirman melalui Kadis Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Drs H Akmal, M.Si melalui WhatsApp (WA) nya, Sabtu (28/9).
Bupati menjelaskan, dari hasil voting yang dilakukan peserta General Assembly TPO-AP tersebut, untuk tahun 2021 mendatang, Provinsi Sumut dinobatkan sebagai tuan rumah General Assembly ke 10. Hal itu ditandai dengan penyerahan bendera TPO kepada Provsu untuk dikibarkan dan disukseskan bersama.
Lebih lanjut disampaikan Bupati Soekirman, untuk menyongsong General Assembly TPO 2021, Kabupaten Sergai akan mengandalkan Wisata Desa dengan menitik beratkan pada Wisata Pangan atau Wisata Tani, dan Wisata Budaya. Jargon Pangan, PariwisaTA, dan BudaYA (PATAYA) semua akan jadi modal Sergai menggaet wisata domestik dan bangsa serumpun Malaysia.
Dikatakan Bupati Soekirman, terdapat 3 negara bagian yang sepakat untuk pertukaran pelancong yakni Kotabahru Kelantan, Taiping dan Kuala Kangsar Perak. Dalam waktu dekat akan dijajaki agar kedua bangsa serumpun saling jual beli paket wisata yang tersedia.
Bupati mengaku tidak mudah menjadikan suatu desa sebagai obyek wisata. Plenary Session Sergai mengemukakan kekhawatiran atas generasi milenium yang ternyata paling tinggi jumlahnya disektor pariwisata hingga 70 persen. Sayang dengan teknologi informasi (IT) mereka umumnya less of social touch, kurang sentuhan sosial dan budaya masyarakat.
“Mereka asyik dengan gadget hingga melupakan social behaviour dan interaksi. Jangankan bangun asimilasi atau akulturasi budaya, bangun inter relasi pun hanya pada teman dalam grup virtual saja,”katanya.
Oleh karenanya, hal inilah yang hendak dimanfaatkan dengan menjual paket wisata Desa, agar generasi milenium sambil melancong melihat realitas sosial, down to the earth.
“Mudah-mudahan apa yang dihasilkan plenary session dan paralel session dalam TPO Asia Pasific akan mendorong desainer di Sergai lebih bersemangat dalam mengembangkan industri jasa tersebut,”ucapnya penuh harap.
Sebelum kembali ke tanah air, Bupati Soekirman yang hadir didampingi Ketua TP PKK Ny Hj Marliah Soekirman dan Kadis Poraparbud Sudarno, S.Sos, bercerita, dengan iringan lagu sendu “arirang” yang dinyanyikan anak pelajar Kota Busan, peserta 9th GA Asia Pasific larut dalam keharuan yang dalam dan semangat persahabatan untuk saling menghidupkan pariwisata dan meraih kemakmuran negara.
“Dalam kegiatan tersebut, tiada pandang beda bangsa, agama dan politik, Arirang yang merupakan lagu sendu mengingatkan masyarakat Korea yang dulu miskin, tertekan korban perang, dan tiada sempat membalas penjajah, kini terbalaskan dengan kerja keras sampai berhasil menjadi negara kaya dan diperhitungkan di dunia,”ujar Bupati Soekirman.
Apalagi sepak bola Korea selatan, lanjut Bupati, telah menjadi inspirasi kawasan negara Asia sebagai watak bangsa, cerdas, gigih, percaya diri, dan tidak ego, kemampuan individu dan kerjasama, sehingga tim work yang taft disegani lawan.
Meskipun belum pernah mencapai juara dunia, tetapi sepak bola Korsel sudah diketahui yang terbaik di Asia. Mudah-mudahan dengan semangat teamwork itu pula, jargon TPO bangun kemakmuran bersama dan kemitraan (partnership) dapat segera terwujud.
“Semangat Arirang, semangt kota Busan. Good Bye kota Busan. Welcome Sumut,” kenang Bupati Soekirman sebelum kembali ke Sergai.(Bdi)