Soekirman: Toleransi Beragama Dirawat dan Dibudayakan di Zanzibar
Zanzibar City , Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir H Soekirman mengaku merasa kagum dengan kehidupan masyarakat di Zanzibar, salah satu kota yang terletak di Tanzania, sebuah negara di Afrika Timur yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia di bagian timur.
Di negara tersebut, meskipun pemeluk agama Hindu sangat minoritas, namun para mufti (ulama) dan pemerintah melarang warga Muslim memotong lembu di wilayah tempat tinggal warga Hindu. Hal itu merupakan wujud toleransi antar umat beragama di kota tersebut.
Kekaguman itu disampaikan Bupati Soekirman kepada Kadis Kominfo Drs Akmal M.Si melalui pesan WhatsApp (WA) nya dari Zanzibar, Tanzania, senin (23/9). Kehadiran Bupati ke Zanzibar tersebut diundang sebagai pembicara disebuah forum dengan tajuk “How to strengthen potential of religious Actors in Promoting Peace”.
Lebih lanjut disampaikan Bupati Soekirman kepada Kadis Kominfo, bahwa toleransi umat beragama dikota tersebut betul betul terjaga, hal itu juga terlihat saat saat perayaan besar umat beragama. Seperti hari Natal, umat muslim terhadap warga Nasrani saling ucapkan selamat, mereka saling kunjung dan mengirim makanan sebagai hadiah.
“Saat perayaan Natal di Kota Zanzibar, warga Muslim didaerah itu diberi makanan oleh warga Nasrani, begitupun sebaliknya, saat hari raya Idul Fitri,”ungkap Bupati Soekrman.
Menurut Bupati Soekirman, bahwa hubungan saling hormat menghormati merupakan kebiasaan dan sudah membudaya dikalangan pemeluk agama-agama di Zanzibar dan Tanzania secara umum.
“Bentuk toleransi yang dipelihara sejak abad ke 18 masa pemerintahan Sultan Oman, telah menjadi budaya turun temurun di Zanzibar,”ujar Soekirman.
Dikatakan Bupati, bahwa kultur toleransi Interfaith inilah menjadi pertimbangan United Evangelical Mission (UEM) Germany, memilih Zanzibar sebagai best practice dan menempatkan Inter Religious Peace Confrence (Konferensi Perdamaian Agama) di Zanzibar. Kegiatan yang dibuka oleh Vice President Amb.Seif A.Iddy di Zanzibar Beach Resort 19-23 September 2019.
“Konfrensi ini di ikuti sekitar 70 orang dari 11 Negara Afrika, Asia, dan Eropa. Indonesia delegasi terdiri dari PGI Dr. Henriette Lebang, Gomar Gultom MA, Jakarta, Rev.Rosmalia Barus GBKP Sumut, Diah Krismawati German/Indonesia, Martin R Purba GKPS dan Pdt.Pimpinan Sijabat HKI. Sedangkan Satu-satunya utusan dari pemerintah adalah saya yang merupakan Bupati Sergai, Provinsi Sumut,”jelasnya.
Lebih lanjut, Soekirman menjelaskan, penduduk Zanzibar sekitar 1,5 juta jiwa dan 95 % beragama Islam. Masyarakat Kristen dan Hindu merupakan minoritas karena jumlahnya hanya beberapa persen saja.“Mayoritas sangat melindungi kaum minoritas, dimana peran pemerintah memberi kebebasan kepada rakyat untuk memilih agama dan kepercayaan masing-masing,” ujarnya.
Kadis Kominfo Akmal menambahkan, bahwa dari pengalaman perjalanan Bupati Soekirman saat menjadi pembicara di Forum Inter Religious Peace Confrence, memiliki kesan mendalam. Diantaranya yakni praktek terbaik memelihara toleransi antar umat beragama, konservasi lingkungan, gerakan ekonomi kerakyatan, serta silaturahmi antar agama yang sangat cocok untuk dibawa ke Indonesia.
“Bupati Soekirman berjanji akan membawa hasil “Zanzibar Spirit” Dr. PWT Simarmata anggota DPD RI selaku pemberi rekomendasi ikutnya Sergai dalam forum tersebut,”ungkapnya.
Pada sidang plenary session Soekirman menampilkan presentasi “Harmony among the Believers” dalam case Kabupaten Sergai dan mendapat sambutan hangat dari peserta. Sedangkan dipenghujung acara pembukaan Komperensi, Soekirman juga didaulat menyerahkan ulos dan cenderamata kepada vice Presiden Zanzibar. (bdi)