Kasubdit Kamsel Ditlantas Poldasu : Safety Driving Competion, Bisa Mengurangi Angka Lakalantas
Medan | Halomedan.co
Hasil evaluasi Ditlantas Poldasu selama tahun 2018 tercatat ada sekitar 1.835 orang yang meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Jika diambil rata-rata perhari setidaknya ada 5 sampai 6 orang yang meninggal dunia akarena kecelakaan lalu lintas.
Demikian disampaikan Kasubdit Kamsel Ditlantas Poldasu, AKBP Endang Hermawan didampingi Kabid Pengembangan, Pengendalian dan Keselamatan (PPK) Dishub Kota Medan, Edison Sagala dan Sales and Promotion Direktur HMSI, Santiko Wardoyo dalam pembukaan Hino Safety Driving Competition, Kamis (12/9/2019) di Medan.
“Hasil evaluasi kita pada tahun 2018 tercatat ada sekitar 5.990 kasus kecelakaan lalu lintas di Sumut. Dari angka itu, korban meninggal dunia tercatat 1.835 orang, luka berat 1.701 dan luka ringan 5.586. Kalau kita hitung rata-rata perharinya ada 5 sampai 6 orang meninggal dunia karena kecelakaan. Kita berharap kegiatan safety driving competition ini bisa mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” katanya.
Lebih jauh, selama pelaksanaan Operasi Patuh 2019, pihaknya juga ditugaskan untuk menindak sopir truk bak terbuka pengangkut material tanpa penutup. Sebab hal ini bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas.
“Kami berharap mudah-mudahan kegiatan ini terus berlanjut. Sebab kami meyakini ini dapat mengurangi angka kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.
Sementara, Kabid PPK Dishub Kota Medan, Edison Sagala mengatakan, keselamatan lalu lintas merupakan tanggungjawab bersama. Begitu juga dengan para pengemudi, punya tanggungjawab untuk menghindari kecelakaan.
“Harapan kita, hari ini para sopir yang mengikuti kompetisi ini bisa menularkan ke sopir-sopir lainnya di tempat dia bekerja agar tertib berlalu lintas,” ujarnya.
Sales and Promotion Direktur HMSI, Santiko Wardoyo, menambahkan, selain menjual produk pihaknya juga punya tangggung jawab sosial untuk mengedukasi para sopir truk agar menjadi sopir yang layak berkendara. Melalui even ini, pihaknya juga ingin meningkatkan kepatuhan keselamatan berlalulintas.
“Kita selalu mengingatkan agar para pengemudi lebih tertib karena di jalanan kita tidak sendiri. Banyak pengguna jalan lainnya yang keselamatannya juga harus kita pikirkan. Menang kalah bukan yang utama, namun keselamatan jauh lebih penting,” katanya.
Kompetisi ini, katanya, diikuti 128 sopir truk dari berbagai perusahaan. Setelah mengikuti beberapa tahapan akhirnya terpilih 10 finalis di kelas Dutro dan 10 finalis kelas Ranger.(W05)