Gubsu Edy Dirikan Taman Edukasi Untuk Masyarakat
MEDAN | halomedan.co
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, tengah mendirikan Taman Edukasi yang diperuntukkan untuk masyarakat secara gratis. Tak tanggung, bangunan seluas lebih kurang 12 hektar itu dibangun dengan uang pribadinya sendiri alias tanpa uang negara.
Untuk mendapat informasi lebih dalam soal bagaimana bentuk dan fungsi Taman Edukasi itu nantinya, kru redaksi halomedan.co , Rabu (17/7/2019) siang, berhasil melakukan wawancara eksklusif dengan Gubsu Edy Rahmayadi dilokasinya langsung. Taman Edukasi ini dibangun jauh dari pinggiran kota, tepatnya di Gg. Pantai Bunga, Kec. Delitua, Kab. Deliserdang. Taman Edukasi ini diberi nama dengan “Taman Buah Cakra”.

Tekstur bangunannya pun terlihat sangat klasik dan sederhana namun memiliki cita rasa seni yang tinggi. Dimana dinding bangunan lebih didominasi dengan corak batu bata dan kayu. Pengunjung yang datang kesana seakan diajak berimajinasi seperti tengah berada di bangunan tua khas negara eropa.
Dalam wawancara tersebut, Gubsu Edy bercerita panjang lebarĀ sembari mengajak berkeliling mengitari seluruh isi bangunan disana.
“Taman edukasi ini saya bangun untuk masyarakat secara gratis. Dimana konsep yang saya bangun adalah belajar sembari bermain, karena disini telah kita bangun perpustakaan, taman bunga dan buah, peternakan hewan, kolam ikan, penginapan, joglo, ruang rapat, dan sebagainya. Ini saya bangun dengan uang pribadi alias tanpa menggunakan uang negara,” ujar Edy saat mengelilingi isi taman didampingi Kadisdik Sumut, Arsyad Lubis, Kadis Perkim, Ida Mariana, Ketua Komisi V DPRDSU, Samsul Kodri.

Sebelumnya Edy mengungkapkan, jika bangunan ini dibangun sebelum dirinya menjabat sebagai Gubsu, seingatnya masih sebagai Pangdam itu dibangun. Dikatakan Edy, dulu dirinya pernah bercerita kepada istri, jika kelak dirinya tutup usia, dia tidak ingin dimakamkan di tempat pemakaman makam pahlawan. Dia bersama istri hanya ingin dimakamkan di taman tersebut.
“Saya hanya ingin mendedikasikan diri untuk masyarakat. Di taman ini saya ingin masyarakat bisa merasakan kegembiraan dan ilmu pendidikan, dimana mereka bisa mengenal beberapa jenis hewan dan tumbuhan disini, makanya saya lengkapi perpustakaan disini. Nantinya saya minta Kadisdik Sumut untuk membantu dalam melengkapi buku-buku diperpustakaan ini,” terang Edy.

Pembangunan ini memang belum selesai dikerjakan, namun sudah berjalan sekitar 5 hektar pengerjaannya. Edy juga melanjutkan, sebelumnya ada wisatawan asing asal Inggris yang pernah menginap di taman tersebut.
Amatan wartawan di lapangan, lokasi taman edukasi itu terlihat sangat indah dan sejuk, dimana ada banyak areal pepohonan disana. Tak hanya itu, beberapa hewan sapi juga tampak dilokasi peternakan taman, beberapa diantaranya Edy mengaku sapi itu untuk persiapan qurban dan ada juga sapi asal bali. Ditambah lagi dengan adanya kolam itik dan ikan tentu akan menambah nikmatnya rasa dan daya tarik masyarakat yang ingin datang kesana. (d10)