Bukan Hanya Cakap-cakap, Calon Wali Kota Medan Harus Punya Misi dan Finansial Yang Jelas
Medan | halomedan.co
Sejumlah kandidat Calon Wali Kota Medan mulai disebut-sebut menjelang Pilkada Medan 2020. Dari calon petahana Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution, Maruli Siahaan, Wiriya Alrahman, M Husni, Ihwan Ritonga, Sakhyan Asmara, Edy Ikhsan, Brigjen TNI Fachri, Kolonel Cku Syaiful Azhar, Hasyim, hingga Dahnil Anzar Simanjuntak.
Menanggapi banyaknya kandidat yang bermunculan, Tokoh Jawa Rianto Aghly SH mengatakan, menjadi Calon Wali Kota Medan tidak cukup hanya bermodalkan cakap-cakap.
“Menjadi Calon Wali Kota Medan itu tidak cukup hanya bermodalkan cakap-cakap. Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan harus mempunyai visi dan finansial yang jelas,” ujar Rianto Aghly, di Warkop Jurnalis, Jalan Agus Salim, Medan, Selasa (16/7/2019).
Dijelaskan Ketua Harian Pujakesuma Bersatu Sumatera Utara ini, Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan harus mempunyai visi yang jelas soal pembangunan Kota Medan ke depan.
“Mau dibawa kemana Medan ini kedepannya, harus jelas visinya,” ujar Wakil Ketua DPC Partai Hanura Kota Medan ini.
Selain memiliki visi yang jelas, Calon Wali Kota Medan juga harus mempunyai finansial yang jelas. Sedikitnya Calon Wali Kota Medan harus memiliki uang Rp70 miliar. Sehingga diharapkan, dengan finansial yang cukup, setelah menjabat nantinya Calon Wali Kota bisa fokus mewujudkan visinya, tidak lagi memikirkan diri dan keluarganya.
Terkait kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin-Akhyar Nasution saat ini, Ketua Dewan Kesenian Medan ini menilai belum terlihat mau dibawa kemana Kota Medan ini.
“Harusnya Eldin-Akhyar fokus satu-satu. Misalnya, fokus dalam menangani banjir sehingga Medan tidak banjir lagi. Kemudian, fokus membenahi lampu jalan sehingga jalanan di Kota Medan terang benderang di malam hari. Setelah itu, fokus membenahi taman,” ujarnya.
Jika Eldin-Akhyar fokus satu-satu, maka akan terlihat hasil pembangunan di Kota Medan. Bukan seperti sekarang, semua dikerjakan sehingga hasil pembangunan tidak terlihat, pungkas Rianto.