Selasa, 20 Januari 2026

Sensasi Cohiba Siglo V: Saat Asap Menjadi Bahasa Kemewahan

Administrator
Selasa, 20 Januari 2026 01:10 WIB
Sensasi Cohiba Siglo V: Saat Asap Menjadi Bahasa Kemewahan
Dilahirkan dari seri Linea 1492, Cohiba Siglo V hadir sebagai penghormatan atas 500 tahun perjalanan sejarah sejak Christopher Columbus menjejakkan kaki di Dunia Baru.
Di dunia cerutu premium, ada nama yang tak sekadar disebut, melainkan dihormati. Cohiba Siglo V adalah salah satunya. Ia bukan hanya cerutu, tetapi simbol gaya hidup, sejarah, dan kenikmatan yang dinikmati dengan perlahan—tanpa tergesa, tanpa kompromi.

Dilahirkan dari seri Linea 1492, Cohiba Siglo V hadir sebagai penghormatan atas 500 tahun perjalanan sejarah sejak Christopher Columbus menjejakkan kaki di Dunia Baru.

Nama Siglo V—abad kelima—mengandung makna waktu, warisan, dan kedewasaan rasa. Setiap batangnya adalah kisah yang digulung rapi, siap diceritakan melalui asap yang menari di udara.

Cohiba sendiri memiliki akar yang istimewa.

Awalnya diciptakan pada 1966 secara eksklusif untuk Fidel Castro dan lingkaran elite Kuba, cerutu ini diproduksi di pabrik legendaris El Laguito. Warisan itu tetap hidup dalam Siglo V—mewah, penuh karakter, dan berkelas.

Keistimewaan Siglo V terasa sejak hisapan pertama. Proses fermentasi ketiga yang hanya dimiliki Cohiba menghadirkan tekstur asap yang lembut dan halus. Daun tembakau pilihan dari wilayah Vuelta Abajo—tanah terbaik bagi tembakau Kuba—memberikan kompleksitas rasa yang matang dan seimbang.

Profil rasanya medium-bodied, elegan, dan bersih. Aroma kacang panggang, kayu tua, dan tanah basah berpadu dengan sentuhan madu serta floral yang lembut. Dalam format Lonsdale yang ramping dan panjang, Siglo V mengajak penikmatnya untuk berhenti sejenak, menikmati waktu sekitar 75 menit yang terasa intim dan personal.

Bagi, tokoh masyarakat Sumatera Utara yang dikenal sebagai penikmat cerutu sejati, Cohiba Siglo V bukan sekadar pelengkap malam.
"Ini bukan hanya sensasi," ujarnya pelan, sembari mengepulkan asap tipis yang perlahan memenuhi ruangan.

"Ini adalah cita rasa bagi penikmat cerutu berkelas. Aroma dan rasanya menyatu dengan suasana—tenang, hangat, dan berwibawa."

Malam Senin, 19 Januari 2026, menjadi saksi bagaimana satu batang cerutu mampu mengubah ruang biasa menjadi ruang pengalaman. Asapnya tidak mengganggu—ia justru hadir sebagai atmosfer, menyelimuti percakapan dan keheningan dengan wangi khas Kuba.

Tak heran jika Cohiba Siglo V kerap disebut sebagai permata dalam lini Siglo. Ia adalah pertemuan antara sejarah dan gaya hidup modern, antara tradisi dan selera tinggi. Cerutu ini tidak untuk semua orang—hanya bagi mereka yang memahami bahwa kemewahan sejati tidak pernah berteriak, ia berbisik… melalui asap.

red/anto genk

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru