Alasan Debit Air Turun, Gubsu Berang akan Evaluasi Dirut PDAM Trisno Sumantri
MEDAN I Halomedan.co
Persoalan air bersih di Sumut ternyata belum selesai. Karena masih banyak masyarakat belum terlayani dengan baik. Menyikapi banyaknya laporan masyarakat. Gubsu Edy Rahmayadi pun angkat bicara. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sepertinya “berang” karena masih adanya masyarakat berlum terlayani air bersih dengan baik. Gubsu pun berjanji akan mengevaluasi kinerja Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Sumut Trisno Sumantri terkait tidak mengalirnya air selama satu bulan di sejumlah rumah penduduk di Kota Medan.
“ Kita akan mengevaluasi kinerja Dirut PDAM Tirtanadi Medan, karena air merupakan sumber kebutuhan pokok. Jadi harus bisa diatasi,” ujar Edy Rahmayadi didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah kepada wartawan di Kantor Gubsu, Selasa (28/05/2019).
Seringnya air tak mengalir ke rumah penduduk menurut Gubsu Edy Rahmayadi sudah terlalu lama. Bahkan informasi tak mengalirnya air PDAM Tirtanadi Medan sudah diperolehnya dari Wartawan, sehingga mengakibatkan masyarakat kecewa.
Air tak mengalir ke rumah penduduk mulai pukul 17.00 sore- 21.00 WIB malam , itu dengan debit yang sangat kecil. Lalu, untuk mengatasi air yang menjadi sumber kebutuhan pokok bagi masyarakat maka seharusnya pihak PDAM menggandeng investor, tukas Edy.
Sementara menyahuti seringnya air tak mengalir ke rumah penduduk, Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah mengatakan persoalan padamnya air bukan baru kali ini . Artinya, sebelum pengangkatan Dirut baru di PDAM Tirtanadi sudah sering air mati karena debit air yang terlalu kecil.
Hal ini menurut Wagubsu juga pernah diungkapkan Dirut PDAM Tirtanadi Medan yang lama Sutedi Raharjo menanggapi persoalan seringnya air tak mengalir ke rumah penduduk. Bahkan untuk menambah debit air atau sumber air PDAM Tirtanadi Medan tak punya uang .
Mendengar ucapan Wagubsu yang terkesan ‘cerita lama’ soal tak mengalirnya air PDAM Tirtanadi ke rumah penduduk, Edy Rahmayadi mendesak dan menegaskan kalau sumber air kurang apa solusinya sembari bertanya kepada Wagubsu.
Lalu, Musa Rajekshah mengatakan akan menggandeng pihak swasta untuk membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) guna menambah debit air bagi masyarakat kota Medan.
Sementara pihak PDAM Tirtanadi Medan sebelumnya sudah menambah debit air dengan membangun IPA yang ada di Hamparak Perak . Sedangkan IPA Martabung dengan pembangunan proyek sebesar Rp 58 miliar dari Penyertaan modal Pemprovsu tahun 2012 yang konon bisa mengatasi kondisi kebutuhan air bagi penduduk kota Medan khususnya yang ada di sekitaran Marelan dan Belawan tadinya diharapkan bisa mengaliri rumah penduduk ternyata masih kurang juga.
Sedangkan untuk PDAM Tirtanadi Cabang Tuasan yang akan mengalirkan airnya ke sekitaran rumah penduduk yang ada di Jalan Cemara, Pancing, Jalan Tempuling, Jalan Sering, Jalan Rela, Jalan Perjuangan, Jalan Rakyat ternyata hanya menelan pil pahit saja.
Dengan turunnya debit air yang terkesan dikambing hitamkan membuat Gubernur Sumatera Utara kecewa karena pihak PDAM Tirtanadi Medan tak mampu menggandeng pihak swasta untuk membangun IPA yang bisa memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat.
Namun sebelumnya pernyataan Direktur Utama PDAM Tirtanadi Sumut Sutedi Raharjo yang sudah pensiun pernah mengungkapkan kalau saat ini jumlah pelanggan PDAM Tirtanadi Medan berjumlah 525.000. Dengan kondisi ini tentu produksi air yang dihasilkan PDAM Tirtanadi Medan masih kurang.
Hal ini juga diungkapkan salah seorang penduduk warga Kota Medan Mega Sihombing warga jalan Sering yang merasa kesal kalau di lokasi tempat tinggalnya air PDAM Cabang Tuasan Medan sering mati sehingga ait tak mengalir ke rumahnya,
Aksi protes Mega Sihombing sudah sering disampaikan kepada pihak PDAM Tirtanadi namun terkesan cuek sehingga sampai mengadukan persoalan tak mengalirnya air ini diadukan ke Ombusdman RI Perwakilan Sumatera Utara.(W03)