Siswa SMP Tidak Bisa Membaca Tiga Anggota Dewan Pidie Kecewa
SIGLI |
Gegara masih adanya murid Sekolah Dasar (SD) Kelas VI dan Siswa Sekolah menengah Pertama (SMP) yang tidak bisa membaca, tiga anggota DPRK Pidie kecewa. Menurut merka, ini menunjukkan kegagalan pemerintah yang sangat memalukan.
Ungkapan kekecewaan itu dikatakan tiga anggota DPRK Pidie secara terpisah, Khairil Syahrial, Teuku Saifullah TS dan Isa Alima.
Khairil mengaku sangat kecewa ketika dinas menyampaikan program peningkatan mutu. Tapi kenyataannya pendidikan dasar saja belum mampu dituntaskan.
“Ini menunjukkan gagalnya pembangunan sektor pendidikan di Pidie. Besarnya dana pendidikan ternyata sama sekali tak menjamin meningkatnya mutu pendidikan,” tegas Khairil.
Sementara Teuku Saifullah TS juga tak habis pikir soal kenyataan ini. “Kondisi ini harus segera diperbaiki,” katanya.
Teuku Saifullah mengatakan, kucuran dana pendidikan mencapai seratusan miliar lebih. Sumbernya 20 persen APBN belum lagi dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Kemudian Dana BOS, biaya rutin operasional, sertifikasi dan anggaran menunjang wajib belajar.
Sementara, komentar hampir senada juga dikatakan Drs Isa Alima, menyayangkan anggaran besar di sektor pendidikan.
“Arang habis besi binasa. Dana pendidikan habis, ada murid tidak bisa membaca,” tutur Isa.
Ia meminta hal ini jadi penanganan cepat libatkan semua unsur. “Wali murid juga harus lebih ketat peduli pendidikan anak,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, satu penelitian secara acak yang dilakukan tim Dinas Pendidikan (Disdik) Pidie menemukan satu kondisi sangat memprihatinkan di mana ada peserta didik yang duduk di kelas VI SD dan SMP belum bisa membaca.
“Fakta ini saya temukan sendiri waktu saya datang ke sekolah dan mencoba langsung anak-anak membaca. Ternyata saya menemukan ada anak kelas VI SD dan SMP yang tidak bisa membaca,” ungkap Kadisdik Pidie, H Idhami.(red)