Ladon Kirim Bantuan 4 Ton Beras ke Korban Banjir Bandang Madina, Mack Ped: Kita Harus Peduli
Medan, Halomedan
Merasa terpanggil dan peduli dengan sesama, dengan musibah bencana yang dialami masyararakat di Kabupaten Madina, Yayasan Ladon Indonesia dibawah binaan Efdi Irham Nasutian yang akrab dipanggi Mack Ped, berikan bantuan. Wujud bantuan ini adalah sebagai rasa keprihatian yang dialami warga korban bencana banjir bandang. Karena, bantuan ini setidaknya bisa sedikit beringankan warga yang terkena musibah.
Bantuan kemanusian ini dilakukan yang kedua kalinya, karena sebelumnya bantuan telah diberikan. “Dengan bantuan ini setidaknya bisa sedikit mambantu warga yang sedang kesusahan. Karena dengan musibah ini kita turut prihatin dan berduka terhadap keluarga korban. Karenanya harapannyan kepada pemerintah setempat agar korban yang terkena musibah rumah dan lainnya bisa kembali dibangun”, kata Mack Ped yang berjiwa sosial ini, pada media Kamis (22/11/2018).
Bantuan sosial ini juga didukung Yayasan Asia Muslim, bersama mitra kerja lainnya diantarnya Waka polres Drs.H.Tongku Bosar Pane M.M dan segenap jajaran Polsekta panyabungan selatan AKP Zukarnain Kapolsek Batang Natal, Kapolsek Lingga Bayu dan kepala desa di kecamatan lingga Bayu.
Bantuan sebanyak 40 ton beras, teh, gula dan minyak goreng bisa dibermamfaat bagi warga yang membutuhkan seputaran desa Kecamatan Simpang Gambing, Kabupaten Madina. Tak hanya Mack Ped juga didampingi Yayasan Pembina Ladon Padangn Sidempuan Akir Nasution, Dan juga partisipasi yang tak luput dari Ketua Umum Ladon Indonesia Zaidan Indra Jaya yang lebih dikenal Ucok Iba. Dan juga yang mendampingi bantuan yakni, Safrial, Azhari, Mardan lubis dan Krisna Siregar.
Masih Kata Makfed yang dikenal sebagai Kader dan pengurus MPW Pemuda Pancasila Sumut ini, banjir dan longsor yang terjadi di madina jadi perhatian kita semua. Karena itu berharap pemerintah bisa segera menyelesaikan persoalan ini, apakah ada penemabang hutan di hulu. begitupun terhadap korban tetap sabar, dan tetap semangat menantap massa depan. ” Mari musibah ini jadi perhatian kita untuk intropeksi diri, dan keluarga korabn agar sabar menghadapi musibah ini, katanya.
Seperti diketahui, Sekitar 20 orang meninggal dan 15 hilang akibat banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada Kamis dan Jumat (11-12/10/2018). Puluhan warga lainnya mengalami luka-luka diterjang banjir bandang. Korban tewas, hilang dan luka tersebut tersebar di 4 wilayah, yaitu di Kabupaten Mandailing Natal, Kota Sibolga, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman Barat. Kondisi tersebut membuat Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, datang untuk mengetahui langsung kondisi para korban. Berikut ini deretan fakta terbaru bencana di Sumatera Barat dan Utara.(Red)