Pemuda Lira Sumut Minta Kadis JJ Tindak Kontraktor Nakal
MEDAN, Halomedan.co
Ketua Pemuda LIRA Sumatera Utara, Bachtiar atau yang akrab disapa dengan panggilan Ahok menyatakan bahwa, pekerjaan yang dilakukan oleh kontraktor sebagai pelaksana pekerjaan proyek, sudah tidak maksimal lagi.
Menurutnya, Hal ini dikarenakan, dari harga penawaran para kontraktor tersebut berani menurunkan 18-20 persen dari harga penawaran.
“Nah, sekarang ASN di Pokja tidak bisa lagi seperti yang dulu. Panitia tidak bisa main, dan tidak mungkin bisa bermain lagi, karena banyaknya pengawasan.Seperti saber pungli an kPK, mau gak mau itu dilepas semua. Karena itu Kadis PU JJ harus tindak dan blacklist kontraktor nakal, ” tegas Ahok kepada SUMUT24 Group, Sabtu(17/11).
Sebagai pemuda yang konsen melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan, korupsi dan persolan yang lain, Ahok selanjutnya menyampaikan, bahwa sudah beberapa tahun ini, Dina’s PU melepas sistem tender kepada Pokja. Jadi, Dinas PU sekarang ini hanya memperketat pengawasan saja,
“Kalau kontraktor memang tidak bisa maksimal bekerja sesuai dengan yang ditawarkan di LPSE tender, hanya bisa memutuskan kontraktor, tidak bisa melakukan tindakan tegas. Paling hanya di black list perusahaan tersebut,” terangnya.
Sekarang ini, lanjut Ahok, pimpinan Dinas PU Bina Marga telah membuat tim pengawasan yang langsung dibawah pengawasan Kepala Dinas, tim ini langsung turun kelapangan untuk melihat kinerja kontraktor di lapangan. Apabila menyalah, mereka akan langsung melakukan tindakan.
“Dan samapi dengan saat ini, BPK sudah dua kali turun memeriksa, yah kita tengok saja nanti hasil yang dilakukan oleh BPK,” ungkapnya.
Disinggung seperti apa kinerja kontraktor melihat kondisi seperti ini, menurut Ahok, Hal itu tidak dapat diintervensi.
” Sekarang ini, penawaran proses tender itu pihak dinas tidak bisa lagi mengintervensi, karena itu semua dipulangkan kepada Pokja. kemudian Pokjalah yang menilai perusahaan perusahaan mana yang bonafide dan profesional dalam pekerjaan,” terangnya.
Dikatakanya, saat ini anggara di Dina’s PU Bina Marga mencapai Rp 800 Miliar.
Sebagai Ketua LIRA yang turut serta melakukan pengawasan terhadap kinerja pemerintah, seperti apa masukan yang ingin disampaikan terhadap kontraktor.
” Kontraktor harus profesional, jangan sembarangan melakukan penawaran tapi tidak bisa mengerjakanya, bisa berbahaya sendiri,” katanya
Makanya, lanjut Ahok, di tahun 2017 hingga 2018, banyak kontraktor yang tidak bisa melakukan pekerjaan yang maksimal. Karena penawaran yang mereka Lakukan terlalu rendah atau dibawah standard.
” Kontraktor harus berani mengambil resiko sehingga mutu pekerjaan itu bagus,” sebutnya
Selalu Ketua LIRA, seperti apa melihat kinerja Kadis PU Bina Marga saat ini, menanggapi Hal ini Ahok menuturkan, bahwa Kadis sudah sangat profesional dan tidak melakukan intervensi dalam pelaksanaan kegiatan.
“Tetapi dapat melakukan tekanan, agar mutu pekerjaan itu maksimal, kalau tidak putus kontraktor, sesuai dengan spesiikasi yang ada,” pungkasnya.(red).