Gubsu: ASN Jangan Suka Ulok
Medan, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi sudah mengtahui aparatur sipil negara (ASN) yang kerjanya suka berulok dan menipu. “Udah tahu saya siapa yang ulok dan siapa yang tidak,” tegas Gubsu Edy Rahmayadi saat menggelar ramah tamah dengan ratusan Aparat Sipil Negara (ASN) di lantai dua, Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Senin (29/10).
Pada ramah tamah itu Edy menyampaikan, saat ini banyak bawahan yang ingin mendekatkan diri untuk mengharapkan jabatan.
“Siapa saja bisa jumpa dengan saya, kalian semua anak-anak saya. Bukan berarti kalian jumpa tiap hari untuk silaturahmi, kerjaan banyak. Bukan berarti jumpa sendiri-sendiri, cari muka kalian, ala-ala kalian, gak mempan sama aku, udah lama awak hidup di Medan,” katanya.
Dirinya mengharapkan seluruh jajaran bekerja dengan keras untuk membangun Sumatera Utara lebih baik.
Edy juga menyampaikan, jangan pernah menyerah menghadapi tantangan dalam hidup. “Bagaimana dengan kita, akan kah kita menyerah atau kita bersifat pantang menyerah. Jangan mau orang lain mengasihani kita, sekali pun terkena musibah jangan pernah menyerah. Kita harus bersyukur selalu kepada Tuhan,” ucapnya.
“Ayolah kita bangun, terlalu kasihan Sumut kita ini, 34 kabupaten/kota ini, jangan main-main nanti kita berdosa, mengerti yang saya maksud?,” ucap Edy Rahmayadi dalam pesannya tersebut.
Mantan Pangkostrad ini juga menyampaikan, bahwa pekerjaan atau tugas yang diberikan tidak karena perintah dan bukan karena menjalin kedekatan yang lebih kepada atasan.
Dirinya juga menyampaikan, tidak menjadi masalah kalau menjalin kedekatan dengan Gubernur sebelumnya, karena harus menghargai orang lain.
“Saya tahu, waktu Pak Erry jadi gubernur kalian menyembah-menyembah kepada dia dan baik semuanya. Pak Erry selesai, jumpa pun tak mau, tak takut dosa kalian,” tegasnya.
Ini hasil saya pelajari sendiri. “Nanti kalian juga begitu kepada saya, oh, pak Edy hebat, selesai saya, ah, apa dia itu. Apakah begini silaturahmi kita?,” katanya menggugah.
Ia pun sempat berkelakar. Menyebut setelah pensiun dari militer, mempunyai cita-cita memimpin hewan, dan mempunyai banyak peliharaan.
“Dulu cita-cita saya selesai pensiun saya mau pimpin binatang, makanya di rumah saya banyak binatang, kalau binatang ini tak mengkhianati saya, paling dia kalau lapar minta makanan, kasih makan selesai. Kalau orang mengkhianati, fitnah, padahal dia kan dikasih akal yang sempurna sama Tuhan,” katanya.
Edy berpesan, agar orang yang hidup tidak pernah menyerah. Selalu berjuang dan berusaha untuk dirinya ataupun orang banyak.
“Saya kepingin sesorang itu tidak pernah mengenal menyerah, manusia hidup itu harus punya jiwa juang,” ucapnya.
Setelah dirinya memberikan semangat kepada bawahan yang telah hadir pada kegiatan ini, ada pula pemutaran video seorang pelari 150 meter, ketika setengah perjalanan dia terjatuh karena keram pada kakinya.
Sembari video itu diputar, Edy Rahmayadi turut menyampaikan pesan-pesan yang tersirat kepada bawahannya.
“Ada pelari, pelari 150 meter Derek Redmond, pada saat dia lari, 8 tahun dia tidak pernah kalah. Tetapi pada saat ini lain, baru lari 100 meter udah kenak otot paha dan lututnya, sakit sekali. Biasanya dia pelari hebat dan cepat. Menyerahkah dia, dia tidak menyerah, dia lari terus. Kemudian saiapa yang sakit begini menghampiri dia, adalah pimpinannya gurunya, yang dekat sama dia. Didatangi sama pimpinannya, dibujuknya dan mengatakan kamu bisa. Dia bujuk terus anaknya, yakinkan dirimu bahwa kamu bisa, dia bujuk anaknya terus. Akhirnya dia sampai ketempat finis, dia bangga, dalam kondisi sakit pun dia, pimpinan yang menjaga dan melindungi dia. 6.500 ribu penonton bertepuk tangan, ini kejadian nyata,” ungkapnya dengan penuh makna. (W03)