Sabtu, 03 Januari 2026

Warga Dambakan Pembangunan Jembatan Desa Negri Lama Seberang

Administrator
Senin, 22 Oktober 2018 10:13 WIB
Warga Dambakan Pembangunan Jembatan Desa Negri Lama Seberang

Labuhanbatu | SUMUT24

Pembagunan Jalan berupa peninggian badan jalan serta pengaspalan atau rabat beton yang didambakan oleh warga Desa Negeri Lama Seberang, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu kandas sudah.

Pasalnya, Pembangunan jalan besar desa itu telah dijanjikan oleh Pangonal Harahap M.Si pada masa kampanye. Pangonal berjanji akan membangun jalan besar Desa tersebut apabila dirinya menang dan menjabat sebagai bupati.

Tetapi sayang seribukali sayang, janjinya itu tidak dapat dipenuhinya, bukan karena dirinya ingkar janji, tetapi KPK telah menjemputnya karena diduga mencuri uang rakyat di negeri ini.

Janji Pangonal, jalan besar di desa itu akan dibangunnya pada tahun 2018 secara bertahap dan dilanjutkan pada tahun 2019 hanya sebuah mimpi. Harapan jalan desa itu akan dibangun kini kandas sudah.Apalah dikata,Impian tak seindah kenyataan.

Pembangunan jalan besar desa itu mungkin masih bisa terealisasi dan mimpi warga desa itu dapat terwujud. apabila Wakil Bupati Labuhanbatu Andi Suhaemi Dalimunthe ST, MT. yang kini menjabat sebagai Plt Bupati Labuhanbatu merespon apa yang diimpikan dan didambakan selama puluhan tahun oleh masyarakat desa itu.

Hal itu dikatakan Mantan Ketua BPD Desa Negeri Lama Seberang,Sugimen, kepada sumut24,Minggu ( 21/10) di Caffe Mak Ray Negeri Lama Kota.

Menurut Sugimen, warga Desa tersebut berharap badan jalan desa itu ditinggikan dan di aspal atau rabat beton. Alasannya, ketika desa itu dilanda banjir musiman yang masa surutnya terkadang sampai berbulan bulan. Bila badan jalan ditinggikan dan sebelumnya parit harus dibronjong terlebih dahulu, maka,ketika dilanda banjir jalur transportasi darat tidak terputus seperti yang terjadi selama ini. Selain itu, lanjutnya lagi, harapan warga Pemerintah Propinsi Sumatera Utara mau pun Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu dapat membangunkan jembatan penyeberangan di atas perairan Sungai Bilah yang dapat dilintasi kendaraan bermotor roda 4 dan roda 6.

“Itu harapan warga desa kami, entah kapan semua itu dapat terealisasi. Sudah berpuluh tahun warga desa hanya berharap dan bermimpi.Entah kapan terwujud mimpi itu,”sebutnya.

Dijelaskannya, saat ini di desa itu memang ada jembatan gantung (rambing). Tetapi rumbing itu dibangunan melalui program PNPM Mandiri dan sumbangan swadaya dari masyarakat Rp.100.000 per kepala keluarga pada tahun 2006. Kini kondisi rambing itu sudah begitu miris bahkan terancam putus,”terang Sugimen.

Pada tempat yang sama, Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Bilah Hilir, Muhammad Yusup Ritonga diminta tanggapannya tentang harapan warga Desa Negeri Lama Seberang, mengatakan akan membicarakan hal itu kepada Ketua Partai Golkar Kabupaten Labuhanbatu yang notabenenya adalah Bupati Labuhanbatu Andi Suhaemi Dalimunthe ST.

“Sebagai pengurus partai di kecamatan, tentunya apa yang menjadi aspirasi dan keluhan masyarakat di kecamatan ini kita respon secara positif. Apalagi Ketua Golkar di kabupaten adalah bupati kita, ya wajar kita sampaikan kepada beliau.Mudah-mudahan keinginan warga di desa tersebut dapat terealisasi,”imbuhnya.

Ditanya apa peranan keberadaan partai di Kecamatan, Yusup menegaskan, keberadaan sebuah partai di Kecamatan bukan semata – mata berperan hanya dalam hal pesta rakyat, seperti Pilpres, Pilgub, Pilkada atau Pileg. Tetapi, partai mengawal juga mendorong roda pemerintahan agar dapat mengakomodir aspirasi rakyat. Partai politik sesungguhnya berperan besar bagaiman tercipta pemerintahan yang good government dan clean government.

Sebagai Pimpinan partai di Kecamatan, harus merespon aspirasi suara bawah dari daerah itu. Sebagai contohnya, sambung Yusuf, keluhan dan harapan warga Desa Negeri Lama Seberang itu akan ia sampaikan kepada Pimpinan Partai di Kabupaten.

“Langkah lainnya kita coba untuk koordinasi dengan kepala desanya, apakah pembangunan jalan itu sudah pernah diajukan dalam Musrenbang atau belum. Kalau belum apa alasannya, kalau sudah pernah diajukan, kapan diajukan dan dimana kendalanya. Kenapa tidak pernah terealisasi, apa alasan anggota legislatif dan pejabat eksekutifnya, kita tanyakan kepada mereka. Itu hak kita semua. Hal begini juga kerja rekan -rekan Pers dan LSM. Mari gandeng tangan kita untuk kepentingan rakyat,”ungkapnya.

“Kalau jadi ketua partai politik tak respek terhadap keluhan masyarakat,juga tak peduli dengan keadaan dan kondisi di daerahnya, jadi ketua wirid ajalah,” timpal Mulyono warga Kelurahan Negeri Lama yang saat itu duduk bersebelahan dengan Yusup dan disambut tawa oleh rekan – rekannya. (Wahyudi)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Kejari Labuhanbatu Tingkatkan Status Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka

Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Kejari Labuhanbatu Tingkatkan Status Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Hibah Pramuka

Malam Tahun Baru di Pengungsian, Bobby Nasution Dampingi Presiden Prabowo Beri Harapan untuk Warga Batuhula

Malam Tahun Baru di Pengungsian, Bobby Nasution Dampingi Presiden Prabowo Beri Harapan untuk Warga Batuhula

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Bakopam Sumut Gelar Silaturrahmi Tahun Baru di Kediaman Anggota DPR RI Maruli Siahaan

Bakopam Sumut Gelar Silaturrahmi Tahun Baru di Kediaman Anggota DPR RI Maruli Siahaan

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim di Awal Tahun 2026

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim di Awal Tahun 2026

Bakopam Sumut Bertahun Baru di Kediaman Tokoh Masyarakat RE Nainggolan

Bakopam Sumut Bertahun Baru di Kediaman Tokoh Masyarakat RE Nainggolan

Komentar
Berita Terbaru