Senin, 30 Maret 2026

Dirut RSUD Deliserdang dr Hanif Minta Masyarakat Patuhi Prokes

Administrator
Senin, 10 Mei 2021 06:46 WIB
Dirut RSUD Deliserdang dr Hanif Minta Masyarakat Patuhi Prokes

Medan, Halomedan.co
Pihak RSUD Deliserdang terus memberikan pelayanan terbaik. Dan tetap diminta masyarakat waspada pandemi covid 19 ini.

Dan saat ini ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUD Deliserdang penuh. Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri mengimbau warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Benar saat ini ruang isolasi perawatan Covid-19 sudah penuh bahkan sudah over kapasitas. Pasien Covid-19 kita saat ini berjumlah 93 orang, sementara kapasitas kita hanya 80 orang,” kata dr Hanif pada media kemarin.

Dijelaskan, sesuai aturan Depkes untuk RSUD Deliserdang dari jumlah bed yang ada 40 % untuk perawatan Covid-19. Di RSUD Deliserdang ada sebanyak 203-204 bed, jika mengikuti aturan itu 40 % maka hanya 80 bed yang disediakan untuk perawatan Covid-19.

Walau sudah penuh, bila ada pasien Covid-19, pihaknya dari RSUD Deliserdang tidak serta merta menolaknya. Melainkan merekomendasikan ke rumah sakit rujukan lainnya.

“Persoalan ini lah kami sedang rapat bersama Gubernur. Kesimpulannya akan dibuat jejaring antar rumah sakit jika ada pasien Covid-19 bila ruang isolasi sudah penuh. Jadi kita rekomendasi, tidak main tolak gitu saja, atau menyarikan ruangan di tempat lain,” terang Hanif.

Bila terjadi ledakan (pasien Covid-19), pihaknya dari RSUD Deliserdang terpaksa membuat ruangan cadangan. Namun ada catatan dengan membuat surat pernyataan bahwa fasilitasnya tidak dapat maksimal.

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes. Kemudian kordinasi dengan Puskesmas setempat. Supaya dapat penanganan yang cepat jika terindikasi suspek.

Ditambahkan, pihaknya di RSUD Deliserdang sudah membuat terobosan poliklinik Covid-19. Poliklinik ini nantinya dimanfaatkan pasien Covid-19 yang isolasi mandiri dengan tetap melakukan prokes.

“Itulah salah satu terobosan kita buat. Misalnya warga Desa Sekip, ia isolasi mandiri di rumah. Tiba-tiba dia batuk atau sesak, saya harus gimana. Ada poliklinik kita yang melayani di RSUD Deliserdang di samping UGD. Silahkan memanfaatkannya,” tutur dokter spesialis kejiawaan itu.

Lebih lanjut dijelaskan, RSUD Pancurbatu juga sudah disiapkan untuk penanganan Covid-19. Jadi misalnya dari RSUD Deliserdang sudah penuh dan kondisi pasien berat atau sedang, maka akan diarahkan ke RSUD Pancurbatu untuk dirawat. RSUD Pancurbatu kapasitasnya 20 bad sementara RSUD Deliserdang 80 bad.(*)

Penulis
Saat ini ruang isolasi untuk perawatan pasien Covid-19 di RSUD Deliserdang penuh. Direktur RSUD Deliserdang, dr Hanif Fahri mengimbau warga agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes) salah satu cara untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Benar saat ini ruang isolasi perawatan Covid-19 sudah penuh bahkan sudah over kapasitas. Pasien Covid-19 kita saat ini berjumlah 93 orang, sementara kapasitas kita hanya 80 orang,” kata dr Hanif kepada harianSIB.com di Lubukpakam, Rabu (5/5/2021).

Dijelaskan, sesuai aturan Depkes untuk RSUD Deliserdang dari jumlah bed yang ada 40 % untuk perawatan Covid-19. Di RSUD Deliserdang ada sebanyak 203-204 bed, jika mengikuti aturan itu 40 % maka hanya 80 bed yang disediakan untuk perawatan Covid-19.

Walau sudah penuh, bila ada pasien Covid-19, pihaknya dari RSUD Deliserdang tidak serta merta menolaknya. Melainkan merekomendasikan ke rumah sakit rujukan lainnya.

“Persoalan ini lah kami sedang rapat bersama Gubernur. Kesimpulannya akan dibuat jejaring antar rumah sakit jika ada pasien Covid-19 bila ruang isolasi sudah penuh. Jadi kita rekomendasi, tidak main tolak gitu saja, atau menyarikan ruangan di tempat lain,” terang Hanif.

Bila terjadi ledakan (pasien Covid-19), pihaknya dari RSUD Deliserdang terpaksa membuat ruangan cadangan. Namun ada catatan dengan membuat surat pernyataan bahwa fasilitasnya tidak dapat maksimal.

Untuk itu dia mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes. Kemudian kordinasi dengan Puskesmas setempat. Supaya dapat penanganan yang cepat jika terindikasi suspek.rel

Ditambahkan, pihaknya di RSUD Deliserdang sudah membuat terobosan poliklinik Covid-19. Poliklinik ini nantinya dimanfaatkan pasien Covid-19 yang isolasi mandiri dengan tetap melakukan prokes.

“Itulah salah satu terobosan kita buat. Misalnya warga Desa Sekip, ia isolasi mandiri di rumah. Tiba-tiba dia batuk atau sesak, saya harus gimana. Ada poliklinik kita yang melayani di RSUD Deliserdang di samping UGD. Silahkan memanfaatkannya,” tutur dokter spesialis kejiawaan itu.

Lebih lanjut dijelaskan, RSUD Pancurbatu juga sudah disiapkan untuk penanganan Covid-19. Jadi misalnya dari RSUD Deliserdang sudah penuh dan kondisi pasien berat atau sedang, maka akan diarahkan ke RSUD Pancurbatu untuk dirawat. RSUD Pancurbatu kapasitasnya 20 bad sementara RSUD Deliserdang 80 bad.(rel)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

Imigrasi Jadi Motor Ekonomi, Lapas Fokus Kemandirian

Terindikasi Bertentangan UU Pers No 40 Tahun 1999, Narasi Negatif Mengarah Obstruction of Justice Kasus Profile Desa Karo

Terindikasi Bertentangan UU Pers No 40 Tahun 1999, Narasi Negatif Mengarah Obstruction of Justice Kasus Profile Desa Karo

Bank Sumut Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemda di Sumut

Bank Sumut Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Pemda di Sumut

Kebakaran Dini Hari di Medan Selayang, Empat Bangunan Hangus, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Kebakaran Dini Hari di Medan Selayang, Empat Bangunan Hangus, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Bakopam Sumut Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H, Ibnu Hajar: Bangkitkan Semangat Kekeluargaan

Bakopam Sumut Gelar Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H, Ibnu Hajar: Bangkitkan Semangat Kekeluargaan

Momen Penuh Berkah, Marlina Eliyanti Rayakan Ultah dengan Berbagi dan Doa*

Momen Penuh Berkah, Marlina Eliyanti Rayakan Ultah dengan Berbagi dan Doa*

Komentar
Berita Terbaru