Jumat, 02 Oktober 2026

Kalung Anti Corona Masih Butuh Riset Panjang

Administrator
Selasa, 07 Juli 2020 05:58 WIB
Kalung Anti Corona Masih Butuh Riset Panjang

Beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan pernyataan Kementerian Pertanian yang berbahan dasar kayu putih atau eucalyptus.

Selain kalung, Badan Litbang Pertanian juga menggandeng perusahaan swasta untuk memasarkan produk antivirus yang akan dibuat ke dalam bentuk roll on tersebut.

Banyak masyarakat yang meragukan kemampuan dari produk-produk tersebut, khususnya kalung antivirus. Apalagi, vaksin untuk COVID-19 sendiri belum ditemukan secara resmi.

Praktisi klinis yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan agar masyarakat tidak skeptis dulu atas hasil penelitian in vitro terkait manfaat kayu putih untuk virus corona. Namun ia juga meminta agar hasil penelitian ini tidak ditanggapi secara berlebihan dengan melakukan klaim bahwa produk tersebut bisa menangkal virus penyebab COVID-19 tersebut

“Masih butuh perjalanan riset yang panjang untuk sampai bisa klaim sebagai antivirus,” ujarnya, Minggu (5/7/2020).

Lebih Baik Disebut Kalung Kayu Putih

Ari menjelaskan bahwa riset tersebut masih berupa in vitro atau baru di tingkat sel dan belum menggunakan virus SARS-CoV-2 yang merupakan penyebab COVID-19 secara langsung.

Menurutnya, harapan masyarakat, media, dan pemerintah begitu besar terhadap penanganan pandemi virus corona. Hal ini yang membuat penelitian yang baru di tingkat sel langsung diklaim sebagai obat antivirus.

Selain itu, produk-produk kayu putih lain yang sudah disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan pun masih belum bisa disebut sebagai antivirus.

“Jadi saya tidak setuju jika kalung eucalyptus disebut sebagai kalung antivirus. Cukuplah disebut kalung kayu putih atau kalung eucalyptus,” kata dokter spesialis penyakit dalam ini dalam tulisannya.

Berharap Riset Dilanjutkan

Walau begitu, Ari tidak menyangkal bahwa dirinya pun berharap agar riset terhadap eucalyptus ini bisa dilanjutkan karena sejak dulu, kayu putih sudah digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan sejak dahulu. Selain itu, ia juga ingin agar uji kliniknya bisa bermanfaat dalam terapi COVID-19.

Ia pun mengungkapkan bahwa FKUI bersama dengan IMERI (Indonesia Medical Education Research Institute) tengah melakukan riset kedokteran terkait COVID-19.

Ari juga menyatakan bahwa mereka tak menutup kesempatan untuk bekerja sama dengan Balai Besai Penelitian Veteriner untuk melakukan uji pada hewan dan klinis untuk mencari tahu manfaat dari produk eucalyptus untuk COVID-19. (red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Ruslan: Keberagaman Jangan Jadi Sumber Perpecahan, Tapi Kekuatan Membangun Indonesia

Ruslan: Keberagaman Jangan Jadi Sumber Perpecahan, Tapi Kekuatan Membangun Indonesia

Momen Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, BRI BO Sibuhuan Perkuat Komitmen Layani Masyarakat

Momen Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, BRI BO Sibuhuan Perkuat Komitmen Layani Masyarakat

Aksi Jilid II ALMA Sumut: Kadis dan Kabid “D” Tak Hadir, Massa Soroti Dugaan KKN Proyek PERKIM CIKATARU

Aksi Jilid II ALMA Sumut: Kadis dan Kabid “D” Tak Hadir, Massa Soroti Dugaan KKN Proyek PERKIM CIKATARU

Aliansi Mahasiswa Sumut Soroti Legalitas Bangunan di Medan Helvetia, Dinas Perkim Bakal Didatangi Massa

Aliansi Mahasiswa Sumut Soroti Legalitas Bangunan di Medan Helvetia, Dinas Perkim Bakal Didatangi Massa

Andar Amin Harahap Ucapkan Selamat kepada Suyudi Ario Seto, Berharap Polri Makin Profesional dan Dekat dengan Rakyat

Andar Amin Harahap Ucapkan Selamat kepada Suyudi Ario Seto, Berharap Polri Makin Profesional dan Dekat dengan Rakyat

Presiden Prabowo Lantik Kapolri Baru, Sekjen Golkar Sarmuji Menteri Perindustrian

Presiden Prabowo Lantik Kapolri Baru, Sekjen Golkar Sarmuji Menteri Perindustrian

Komentar
Berita Terbaru