Rabu, 24 Juni 2026

Industri Wisata Sumut Terpuruk, April Hanya 17 Kunjungan Wisman

Administrator
Kamis, 04 Juni 2020 07:56 WIB
Industri Wisata Sumut Terpuruk, April Hanya 17 Kunjungan Wisman

MEDAN, Halomedan.co

Pandemi virus corona benar-benar menghajar industri pariwisata Sumatra Utara (Sumut). Hal itu terlihat dari kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang terus menciut sejak wabah corona mulai merebak. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, jumlah wisman yang berkunjung ke Sumut melalui 4 pintu masuk pada bulan April 2020 hanya 17 kunjungan. Anjlok sekitar 99,92% dibandingkan April 2019 yang mencapai 21.962 kunjungan.

Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisman ke Sumut sepanjang Januari-April 2020 total mencapai 43.755 orang atau turun 48,20% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 84.474 orang.

Kepala BPS Sumut, Syech Suhaimi, merinci, wisman yang masuk ke Sumut pada April 2020 melalui pintu masuk Bandara Kualanamu sebanyak 10 orang dan Pelabuhan Belawan sebanyak 7 orang. “Sementara 2 pintu masuk lainnya yakni Pelabuhan Tanjung Balai dan Bandara Silangit tidak ada,” katanya, Rabu (3/6/2020).

Pada bulan April, kata Syech, wisman dari Singapura merupakan pengunjung yang terbanyak dengan 5 kunjungan atau 29,41% dari total kunjungan ke Sumut. Sisanya wisman dari Vietnam (2 orang), Thailand (1 orang), Cina (1 orang) dan negara lainnya (8 orang). Sementara secara kumulatif (Januari-April), wisman asal Singapura tetap mendominasi yakni 2.500 orang, kemudian Cina sebanyak 602 orang, Thailand sebanyak 452 orang, Vietnam sebanyak 157 orang Dan negara lainnya sebanyak 40.044 orang.

Menurut Syech, penurunan kunjungan wisman tetap dipengaruhi pandemi corona sehingga berdampak pada penutupan dan pembatasan penerbangan, social distancing, dan protokol lainnya.

Pengamat ekonomi Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan, penurunan wisman tentu akan memberikan dampak serius bagi industri wisata di Sumut. Apalagi secara tahunan angkanya mengalami penurunan sebesar 99,92%. Kondisi ini diperkirakan akan memburuk hingga akhir tahun, ataupun hingga nantinya pandemi corona berakhir dan ekonomi global kembali sepenuhnya berjalan normal.

“Saat ini, kondisi wisata di negara manapun tidak akan memberikan kontribusi pemasukan bagi industri wisata di wilayah masing-masing. Bagi Sumut sendiri, ini sangat serius. Karena banyak yang terlibat dalam industri pariwisata yakni perhotelan, rumah makan dan restoran, travel, hingga industri UMKM penopang, kini juga masih terpuruk,” kata Gunawan. (red)



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Soal Bentrok di Belawan, PT BI Jangan Giring Opini Sepihak, Humas PT SBP: Bila Terus Berlanjut Akan Segera Lakukan Upaya Hukum

Soal Bentrok di Belawan, PT BI Jangan Giring Opini Sepihak, Humas PT SBP: Bila Terus Berlanjut Akan Segera Lakukan Upaya Hukum

Kejati Sumut Siap Bentuk Tim Telaah Dugaan Korupsi Dana Fiskal Rp15 Miliar di Binjai

Kejati Sumut Siap Bentuk Tim Telaah Dugaan Korupsi Dana Fiskal Rp15 Miliar di Binjai

DPW AMIN Nusantara Gelar Aksi Jilid II, Desak Aparat Bongkar Dugaan Mafia Proyek di Deli Serdang

DPW AMIN Nusantara Gelar Aksi Jilid II, Desak Aparat Bongkar Dugaan Mafia Proyek di Deli Serdang

Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas

Menanam Pangan, Memulihkan Martabat: Ujian Nyata Asta Cita di Kemenimipas

Barapaksi Desak Kejatisu Bongkar Jaringan Mafia Titik SPPG di Sumut

Barapaksi Desak Kejatisu Bongkar Jaringan Mafia Titik SPPG di Sumut

CEO Sumut 24 Group Hadiri Milad ke-60 Bupati Langkat Syah Afandin, Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

CEO Sumut 24 Group Hadiri Milad ke-60 Bupati Langkat Syah Afandin, Berlangsung Khidmat dan Penuh Kebersamaan

Komentar
Berita Terbaru