Trisno Sumantri: Program 100 Hari PDAM Tirtanadi
Medan I Halomedan.co
Hingga saat ini, PDAM Tirtanadi akan terus penuhi kebutuhan air bersih pelanggan di Kota Medan dan sekitarnya. Peningkatkan pelayanan ini, salah satu komitmen PDAM Tirtanadi dalam Program 100 harinya. Hal itu dikatakan Direktur Utama PDAM Tirtnadi Sumut Trisno Sumantri di Ruang Kerjanya kepada SUMUT24, di Kantor Pusat Jalan SM Raja Medan, Rabu (14/10/2019).
Trisno Sumantri mengatakan, ada beberapa investor, salah satunya ada Jaro di daerah Brayan 500 liter per detik, daerah Moya mengambil lahan disekitaran Sei Bingei 1.500 liter per detik dan di Tirta Nusantara 240 liter per detik. Bahkan kedepan nanti ada dibangun daerah Johor 240 liter per detik.
Sekarang ini yang sedang kita komunikasikan didaerah Limau Manis 400 liter per detik itu dengan pihak ketiga investor. Disamping itu kan saat ini penyertaan modal dari Pemprovsu sebesar Rp73 miliar yang hari ini juga sedang kita dorong yakni untuk Pembangunan Uprating IPA SPAM atau peningkatakan kapasitas produksi di IPA Sunggal 400 liter perdetik, di IPA Delitua 300 liter per detik, di Pancurbatu 40 liter perdetik.
“Jadi totalnya sekitar 3.560 liter perdetik saat ini, jadi cukup mengcover kebutuhan masyarakat Medan dan sekitarnya untuk 10 tahun kedepan,” ujar Trisno Sumantri.
Disamping itu, katanya, ada rencana launcing Meme yang akan dibangun oleh pemerintah pusat didaerah Sibiru-biru atas. Itu rencananya akan mengalirkan 3.000 liter per detik. “Insya Alah ada 6.540 liter per detik nantinya. Bila 6.540 liter per detik teralisasi, Insya Allah 10-15 tahun kedepan, kebutuhan air untuk masyarakat Medan dan sekitarnya ini tercukupi,” ujar Trisno Sumantri.
Semua ini dalam bentuk Kerjamasa dengan pihak swasta dalam bentuk pernjanjian Build Operate Transfer (BOT) selama 25 tahun kedepan. “Kita beli air mereka, selama 25 tahun kita kerjasama dan setelah itu semua jadi milik kita,” ujarnya.
Tentunya, semua ini ada kajian-kajiannyanya. Baik kajian labelnya. Kita ingin semua harus kompleks, terpenuhi semua aspek legalitasnya. Yang kedua ada aspek tehnisnya, termasuk soal pemipaan kemana, berapa panjang pipanya, resorvoir kita dimana, harus disesuaikan.
Ketiga kajian bisnis. Mereka membangun kira-kira bisa terserap atau tidak dengan masyarakat kita. Yang kedua bagimana dengan tarifnya, harus bisa disesuaikan dengan harga yang berlaku di masyarakat, ini harus sesuai.
Sama dengan rencana kerjasama Pemko Binjai yang akan mengalirka air ke Medan. “Rencana itu kita sambut baik, tapi semua tetap berdasarkan kajian-kajan. Selama itu baik, tetap kita dukung,” ujar Trisno Sumantri.
Soal target selesai Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) mini dengan pihak swasta saja bisa target 3 tahun selesai. Tapi kalau untuk Uprating IPA SPAM, dalam satu tahun sudah siap. Jadi kalau untuk Uprating IPA Sunggal, Uprating IPA Delitua dan Uprating IPA Pancurbatu, saat ini sudah berjalan.
Kita sudah komunikasi dengan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM). Jadi semua berjalan sesuai dengan harapan kita. Jadi untuk Uprating kita segerakan, tapi untuk swasta sedang berjalan.
“Kalau kita hitung-hitung untuk tahun 2021-2022, kalau krisis air di Kota Medan dan sekitarnya sudah bisa teratasilah,” ujarnya.
Hasil pertemuan terakhir dengan teman-teman, berajalan sesuai dengan progres. Kalau saya tak salah, besok (Selasa,red) ada pertemuan di Hotel Aston. Kita diundang oleh Direktur Pengembangan SPAM Cipta Karya akan membahas soal memidang.
“Harapan kita kepada masyarakat bersabar dulu dengan kondisi sekaranag ini. Kami dari PDAM Tirtanadi Sumut akan berusaka semaksimal untuk pemenuhan kebutuhan air bersih. Melakukan kerjasama, melakukan terobosan-terobosan untuk peningkatakan pelayanan, Harapan kita selama ini didaerah-daerah yang tekanan airnya lemah, akan kita upayakan tekananya bisa tinggi, sehingga suplai air teratasi, termasuk soal perizinan kita upayakan lebih baik,” ujar Trisno Sumantri. (R03)