Pengerjaan Drainase di Psr VII Tembung Amburadul, Camat: Harusnya Warga Bersyukur
Deliserdang | halomedan.co
Pengerjaan drainase di Jln Sp Jodoh, Psr VII Tembung, tengah berlangsung. Namun dalam perjalanannya, pengerjaannya terlihat sangat amburadul . Dimana sisa sampah/tanah bekas korekan dari parit berceceran di badan jalan sehingga sangat membahayakan pengendara yang melintas disana. Selain itu juga baik masa pengerjaan, panjang pengerjaan, dan anggarannya tidak disertakan. Warga menduga kuat ini proyek siluman.
Tak hanya itu, warga yang terkena dampak pengerjaan drainase itu juga geram. Pasalnya mereka tak tau kapan selesainya drainase itu, sebab masyarakat yang geram itu mayoritas adalah pedagang/pemilik toko. Mereka mengaku omsetnya turun sejak pengerjaan berlangsung.
Dari info yang diterima wartawan diduga pengerjaan drainase ini berasal dari Dinas Perkim Deliserdang, dimana kabarnya panjang pengerjaan ini hanya dilakukan 200 meter.
Saat ditinjau dilokasi, amatan wartawan tampak hanya 4 pekerja yang ada. Sisa galian tanah berceceran karena tak segera diangkut mobil pengangkut.
Ali, salah satu pekerja, mengatakan kerjaan ini hanya sebatas pencucian parit sepanjang 200 meter. Soal masa pengerjaan dia tidak tau pasti kapan siapnya, namun dia memprediksi kurang lebih sebulan untuk menyiapkannya.
“Kita hanya pekerja dan ikut aturan yang diperintahkan saja bang, soal pekerjaan ini dari dinas apa saya kurang tau, apa lagi masalah anggarannya. Yang tau pemborong kami bang,” ujarnya.
Ketika ditanya soal jumlah pekerja, Ali mengaku saat ini hanya ada 4 orang. Awal pertama kerja ada 10 orang, namun karena ada masalah pekerjanya tak dikerjakan lagi. Sampai sekarang belum ada penggantinya dan lagi dicari. Sedangkan sisa pengorekan parit lambat diangkat menurutnya, bosnya tidak ada lagi uang untuk nyewa mobil pengangkutnya.
“Yang saya dengar uang untuk nyewa mobil pengangkutnya gak ada, terus yang ngerjakan pun gak ada. Karena untuk buang sisa korekan ini pakai uang pribadi,” terangnya.
Sementara itu Camat Ps Tuan, Drs. Khairul Azman MAP, mengatakan adanya pengerjaan ini seharusnya warga bersyukur. Dia mengaku sebelumnya hanya menerima pemberitahuan untuk pengerjaan drainase ini dari dinas perkim deliserdang.
“Masalah berapa panjang yang dikerjakan dan kapan siapnya saya tidak tau. Seharusnya warga bersyukur paritnya dibagusi, biar bisa mencegah banjir. Jadi masyarakat mana yang komplain itu?” tanya Camat saat diwawancarai via telepon.
Ditegaskannya setiap pembangunan pasti ada dampak. “Masyarakat harus sabar sampai siap semua dikerjakan,” tutupnya . (D45)