Sakhyan Asmara : Potensi Etnositas Kota Medan Perlu Dikembangkan
MEDAN, Halomedan.com
Kota Medan dikenal sebagai salah satu kota multi etnis. Beragam lintas budaya, suku, seni, agama, peninggalan sejarah, dan sebagainya terdapat disini. Namun sayang, dari keberagaman yang ada itu kita belum bisa memanfaatkan potensi etnositas yang ada. Hal ini seperti yang dikatakan salah satu Tokoh Sumatera Utara, DR Sakhyan Asmara MSP, saat diwawancarai, Minggu (4/8/2019).
“Sebenarnya ini yang perlu dilakukan pemimpin Kota Medan kedepan. Sebab jika etnositas ini dikembangkan dengan apik, maka potensinya bisa menjadi penunjang sektor pariwisata Kota Medan. Jika sektor pariwisata tersebut mampu beradaptasi dengan baik, maka pertumbuhan sektor lainnya juga meningkat, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi,” ujar Sahkyan Asmara yang juga akan maju sebagai calon Walikota Medan.
Mantan Deputi Menpora RI ini juga mengatakan untuk melakukan hal tersebut tidak terlalu sulit. Kota Medan merupakan peninggalan tanah kerajaan Melayu, dimana bisa kita lihat bangunan sejarah kerajaan melayu seperti Istana Maimun berdiri di Kota ini. Namun seiring perkembangan, Kota Medan sekarang diisi dengan masyarakat dari beragam suku, seperti Aceh, Jawa, Minang, India, Cina, Mandailing, Batak dan sebagainya.
“Keberagaman suku ini tentu diikuti dengan keberagaman kulinernya, Artinya potensi-potensi makanan tradisional daerah itu perlu diangkat dan dipromosikan, sehingga ketika ada wisatawan yang datang Medan sudah dikenal dengan makanan khas tradisionalnya. Hal ini bisa diterapkan pada setiap hotel yang ada di Medan dengan bekerjasama untuk mengutamakan menu khas makanan tradisional. Kemudian ini menjadi icon wisata kuliner bagi Kota Medan nantinya,” tegas Sakhyan.
Tak hanya itu, Sakhyan juga mengaku bahwa Kota Medan merupakan gudangnya para seniman. Mulai dari penyair, sutradara, musisi, pengarang naskah semua ada. Budaya Seni dan budaya harus dibangun dibangun dan dikembangkan bersamaan. Sebagai salah satu penunjang potensi pariwisata, seni dan budaya juga bisa menetralisirkan kita ditengah hingar-bingar masalah perpolitikan.
“Kita saat ini kering dengan pertunjukkan dunia seni, perlu dihidupkan kembali sanggar dan menyiapkan wadah kreatifitas bagi masyarakat. Merawat kembali bangunan-bangunan peninggalan sejarah agar Medan kembali di juluki Paris Van Sumut. Dengan begini Medan terlihat sebagai kota yang penuh warna,” terang Sakhyan.
Untuk menciptakan suana yang aman, nyaman dan kondusif, perlu sering dilakukan rapat koordinasi antar lintas agama. Sehingga ketika kondisi ini bisa diciptakan otomatis para wisatawan yang datang kemari merasa senang.
Kedepan, Sakhyan berharap bisa menghidupkan dan mengembangkan kembali etnositas yang ada di Kota Medan. Ini menjadi cita-citanya kelak menjabat sebagai Walikota Medan nanti. Untuk itu perlu dukungan, koordinasi, dan komunikasi yang baik dengan masyarakat untuk menciptakannya. (W07)