MEDAN | Halomedan.co
Dengan membangun sumber daya manusia yang profesional, mandiri, efisien, efektif dan akuntabel serta diikuti dengan persiapan fasilitas sarana dan prasarana dibutuhkan anak didik, Drs Humuntal Rumapea M Kom optimis, Universitas Methodist Indonesia (UMI), mampu mencapai peringkat universitas baik ditingkat nasional maupun internasional.
“Tentunya, untuk pencapaian itu, target utama saya adalah mengasah kompetensi tenaga pendidik, sehingga dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di UMI ke depan dapat tercapai. Karena ini target saya,” ujar Drs Humuntal Rumapea M Kom usai acara serah terima jabatan (sertijab) Rektor UMI Priode 2019-2023 di Aula Fakultas Kedokteran UMI, Senin (29/4/2019) lalu.
Drs Humuntal Rumapea M Kom resmi dilantik sebagai Rektor UMI periode 2019-2023 menggantikan Ir Pantas Simanjuntak MM.
Menurut Humuntal Rumapea, peringkat universitas harus bisa digapai dalam masa kepemimpinannya karena itu, UMI akan terus melakukan pembenahan-pembenahan khususnya di bidang tim pengajar.
Kualitas tim pengajar atau dosen harus ditingkatkan karena sangat menentukan dalam menciptakan kualitas pendidikan serta lulusan yang bisa berdaya saing.
Sebab itu lanjut Humuntal, para dosen di UMI akan terus didorong untuk melakukan riset atau penelitian terhadap materi ilmu yang akan dikembangkan.
Kemudian sambung Humuntal, tahapan selanjutnya ditingkatkan dengan melakukan penulisan materi dalam bentuk jurnal ilmiah baik secara nasional maupun internasional.
“Proses riset inilah nantinya akan menjadi bahan dasar ajar bagi para dosen untuk mengimplementasikan ilmu kepada anak didik,” jelas alumni Universitas Indonesia tersebut.
Disamping itu, lanjut Humuntal, dalam menyonsong era revolusi industri 4.0 pihaknya juga akan melakukan sertifikasi kompentensi terhadap tim pengajar. Para dosen dituntut untuk benar-benar menguasai ilmu pendidikan terlebih ilmu berbasis teknologi.
Tidak hanya dosen, sertifikasi ini juga ditujukan kepada calon lulusan mahasiswa yang mana tujuannya untuk mempermudahkan lulusan dalam berkompentsi di dunia kerja.
“Untuk saat ini UMI masih memiliki lembaga setifikasi profesi di bidang IT. Dan ke depannya kita akan bekerjasama dengan pihak BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) agar segera membuka lembaga sertifikasi di bidang lain,” paparnya.
Semoga UMI mampu mempertahankan bahkan meningkatkan akreditasi pendidikannya sehingga akan terus dicari dan dipercayai oleh 1500 calon mahasiswa yang ditargetkan masuk ke UMI pada musim tahun ajaran baru mendatang.
“Harapan kami, setelah melakukan pembenahan tadi, kita bisa ikut berkompetisi mendapatkan peringkat universitas, maka otomatis hibah-hibah dari pemerintah banyak juga bisa kita raih guna membantu dana yang sudah ada untuk membangun Universitas Methodist Indonesia kita cintai ini lebih baik lagi,” tutup Humuntal.(rel/Laura)