Jumat, 02 Januari 2026

CARA SEDERHANA MENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Administrator
Rabu, 20 Juli 2022 18:25 WIB
CARA SEDERHANA MENGELOLA PERPUSTAKAAN SEKOLAH

Oleh : HABIBAH LUBIS, S. Sos
Pustakawan Ahli Pertama
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Medan

PENDAHULUAN
Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan pembangunan nasional dengan membudayakan seluruh potensi yang ada. Dalam mewujudkan masyarakat cerdas, berakhlak mulia dan berbudaya menjadi tanggung jawab kita bersama yang memerlukan proses dan kerja keras. Kualitas hidup bangsa Indonesia masih sangat rendah, hal ini berdampak pula pada tingkat budaya masyarakatnya termasuk membaca.
Mengingat pentingnya perpustakaan terhadap tumbuh kembangnya kebiasaan dan kegemaran membaca dimasyarakat perlu peran masyarakat dan pemerintah secara bersama, terpadu dan berkesinambungan demi terwujudnya perpustakaan. Guna mengembangkan sadar perpustakaan di sekolah sangat ditentukan oleh partisipasi aktif guru dan semua faktor yang ada di sekolah. Hal ini biasa di mulai dari lingkungan keluarga, sekolah dan pemerintah dalam mewujudkan masyarakat membaca (reading society) dan masyarakat belajar (learning society) sehingga terciptanya bangsa yang berkualitas dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.
Pengembangan perpustakaan didaerah merupakan tanggungjawab Kepala Daerah seperti yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.43 yahun 2007 tentang Perpustakaan (;pengembangan perpustakaan di daerah provinsi dan kabupaten/kota menjadi urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh Kepala Daerah). Sementara pengembangan perpustakaan di sekolah adalah tanggungjawab kepala sekolah dan pemilihan bahan pustaka dilakukan oleh pengelola perpustakaan sekolah.

TUJUAN
Membantu proses belajar mengajar
Memberdayakan perpustakaan sekolah
Meningkatkan peran keluarga, sekolah dan guru
Mengembangkan minat baca
Belajar mandiri mencari informasi
Mengembangkan minat siswa dalam bidang tertentu
Bahan rekreasi

CARA MENGELOLA BUKU
Pengolahan Buku
Yang dimaksud dengan pengolahan buku / bahan pustaka adalah kegiatan meliputi inventaris, katalogisasi/klassifikasi, penyelesaian dan penyusunan di rak buku.

Inventarisasi Buku
Semula koleksi bahan pustaka sebelum di berdayakan harus dicatat terlebih dahulu sesuai dengan pedoman atau pencatatan yang seragam. Bahan pustaka baik buku maupun majalah, koran atau yang lainnya yang telah diterima di perpustakaan perlu diolah sedemikian rupa sehingga lebih berdaya guna bagi si pemakai buku, isi inventarisasi buku memuat : No. Urut, No. Inventaris, Tanggal terima buku, Pengarang, Judul, Asal Buku (Wakaf, Hadiah, Pembelian, lain-lain), Bahasa (Arab, Inggris, Indonesia, Lain-lain), Harga (Satuan, Jumlah), No. Klassifikasi, Keterangan.

Pemberian Stempel buku
Semua buku yang sudah masuk di perpustakaan perlu dibubuhi stempel yaitu : dibalik halaman judul, bagian tengah halaman, akhir dan pada halaman yang dianggap rahasia. Pemberian stempel ini dilakukan sebagai tanda bahwa bahan pustaka tersebut adalah milik perpustakaan sekolah. Stempel buku diletakkan pada halaman yang kosong untuk menjaga informasi yang ada di buku.

Pemberian nomor buku
Setian buku yang akan menjadi koleksi perpustakaan yang akan disusun di rak buku harus diberikan nomor, pemberian tidak hanya nomor induk saja, tetapi pemberian nomor berdasarkan klassifikasi (call number).
Nomor induk adalah nomor unit buku yang sudah ada dari nomor satu sampai nomor terakhir ditempatkan pada halaman judul. Nomor induk terakhir menunjukkan nomor buku.
Klassifikasi adalah pengelompokan buku berdasarkan subjek buku. Pada langkah ini buku-buku yang sejenis dikumpulkan pada satu kelompok. Pemberian nomor buku sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati secara bersama dengan pedoman yang telah ditentukan.

Katalogisasi
Salah satu hal penting dalam pengolahan buku adalah katalogisasi. Aktifitas pengolahan bahan pustaka terdiri dari pengatalogan, diskriptif, klassifikasi dan penetuan tajuk subjek. Katalog dapat disajikan dalam bentuk kartu buku, lembaran lepas, maupun on line.
Buku pedoman yang dipakai secara nasional dan internasional adalah Dewey Decimal Classification (DDC), boleh juga menggunakan :
Peraturan Klasifikasi Indonesia
Terjemahan ringkasan Klassifikasi Dewey dan Index Relative
Tajuk Sabjek Untuk Perpustakaan

Unsur-unsur yang perlu dicantumkan pada penulisan katalog adalah :
Judul : Judul paralel, sub judul dan lain-lain
Pengarang (yang bertanggung jawab terhadap isi buku: orang atau lembaga)
Impresum, terdiri dari nama kota,nama penerbit dan tahun terbit
Kolasi : data fisik buku, jumlah halaman, ilustrasi (gambar, grafik, tabel, foto dan lain-lain).
Notasi, merupakan catatan yang diperlukan seperti nama pengarang kedua dan seterusnya, subjek, dan lain-lain.

Penyelesaian
Pada tahap ini ada hal-hal yang perlu dilakukan yaitu :
Menempel punggung buku yang berisi call number yang ditempel di punggung buku 3 atau 5 cm dari bawah buku
kantong buku berfungsi sebagai tempat kartu buku
Kartu buku : diletakkan dibagian dalam sampul buku akhir atau depan berisi informasi tanggal peminjaman dan pengembalian buku
Lembar tanggal kembali (Date Due Slip) : lembar ini berguna untuk mengingatkan pemustaka mengembalikan buku sesuai tanggal yang tertera di lembaran tersebut. Lembar ini ditempatkan didalam sampul buku atau pada halaman terakhir buku.

Penyusunan buku di rak / Shelving
Shelving adalah menyusun buku di rak sesuai klassifikasi agar pemustaka dengan cepat dan tepat menemukan koleksi yang dibutuhkannya. Shelving dilakukan agar koleksi yang ada di perpustakaan dapat didayagunakan secara maksimal oleh pemustaka. Ketika staf perpustakaan tidak melakukan proses shelving dengan benar, maka pemustaka akan sangat sulit menemukan koleksi yang diinginkannya.

PENUTUP
Pendidikan dan perpustakaan adalah dua hal yang saling berhubungan. Pendidikan akan berjalan dengan baik, bila perpustakaan di sekolah dikelola dengan baik pula. Perpustakaan sekolah berfungsi untuk menunjang belajar mengajar di sekolah. Sejak di sekolah anak-anak diajarkan untuk mencintai buku agar kedepannya buku akan menjadi kebutuhan bagi mereka.
Pengelolaan perpustakaan sekolah sangat perlu dilakukan untuk mempermudah pencarian bahan pustaka. Petugas perpustakaan sekolah / pustakawan harus membekali diri dasr-dasar ilmu pengelolaan bahan pustaka.red



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
SHARE:
Berita Terkait
Malam Tahun Baru di Pengungsian, Bobby Nasution Dampingi Presiden Prabowo Beri Harapan untuk Warga Batuhula

Malam Tahun Baru di Pengungsian, Bobby Nasution Dampingi Presiden Prabowo Beri Harapan untuk Warga Batuhula

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Wanita Korban Penganiayaan Petrus Minta Penyidik Unit PPA Polres Pelabuhan Belawan Profesional

Bakopam Sumut Gelar Silaturrahmi Tahun Baru di Kediaman Anggota DPR RI Maruli Siahaan

Bakopam Sumut Gelar Silaturrahmi Tahun Baru di Kediaman Anggota DPR RI Maruli Siahaan

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim di Awal Tahun 2026

BAKOPAM Sumut Gelar Jum’at Berkah, Santuni Anak Yatim di Awal Tahun 2026

Bakopam Sumut Bertahun Baru di Kediaman Tokoh Masyarakat RE Nainggolan

Bakopam Sumut Bertahun Baru di Kediaman Tokoh Masyarakat RE Nainggolan

DPW Pendawa Sumut Salurkan Bantuan Sembako kepada Anggota Terdampak Banjir di Medan

DPW Pendawa Sumut Salurkan Bantuan Sembako kepada Anggota Terdampak Banjir di Medan

Komentar
Berita Terbaru