Ujian Sekolah di Tengah Pandemi, Disdik Karo Terapkan Sistem Online dan Offline
KABANJAHE, Halomedan.co
Sejak seluruh dunia dihadapkan dengan penyebaran virus Corona (Covid-19), seluruh aktivitas kehidupan mulai berjalan secara berbeda.
Salah satunya, ialah aktivitas dalam sektor belajar dan mengajar yang beberapa bulan ini dilakukan secara mandiri di rumah.
Diketahui, pada saat ini murid-murid dari tingkatan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sedang menjalani masa Ujian Akhir Semester (UAS).
Untuk itu, dikarenakan hingga saat ini pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda berakhir, maka sekolah dituntut harus memiliki program yang tetap menjaga keselamatan murid, namun proses ujian tetap dapat berlangsung.
Ketika dikonfirmasi perihal hal ini ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karo, Kepala Disdik Karo, Eddi Surianta Surbakti, mengungkapkan walaupun di tengah pandemi seperti saat ini pihaknya tetap melakukan ujian seperti biasa.
Namun, melihat kondisi yang ada saat ini dirinya mengaku pihaknya menerapkan dua sistem ujian.
• Jadwal Lengkap Tahun Ajaran Baru Akan Dimulai 13 Juli, Serta Skema Belajar di Sekolah Hanya 4 Jam
“Kalau sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), melakukan ujian secara Daring (online). Namun, untuk di Kabupaten Karo kita bagi menjadi dua sistem, yaitu Daring dengan During, disesuaikan dengan keadaan sekolah dan muridnya,” ujar Eddi, saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Senin (8/6).
Eddi menjelaskan, untuk sistem ujian secara daring dilaksanakan bagi sekolah dan muridnya yang sama-sama memiliki akses untuk pembelajaran secara online.
Namun, jika memang antara sekolah dan muridnya masih ada yang terkendala jaringan, maka proses ujian akan dilakukan secara manual (during).
Dirinya menyebutkan, bagi sekolah yang dapat melakukan ujian secara daring sudah dapat memberikan soal-soal ujiannya kepada murid paling lama Sabtu (6/6).
Namun, bagi siswa yang tidak dapat mengikuti ujian secara online maka murid tersebut bersama orangtuanya melakukan pengambilan soal ujian ke sekolah paling lama, Jumat (5/6).
“Kalau daring kan dia langsung disampaikan melalui pesan singkat. Sementara untuk during, dalam soal penugasan disampaikan ke orangtua atau kepada siswa di sekolah. Dan untuk sebagian kasus, ada juga guru-gurunya yang kita minta untuk dapat mengantarkan soal ujian ke tempat tinggal muridnya. Kemarin juga saya pantau ada yang sudah mengantarkan soalnya langsung ke muridnya,” ucapnya.
Pria berkacamata ini mengatakan, proses ujian sendiri sudah mulai dilakukan sejak hari ini.
Kemudian, waktu ujian sendiri akan dilaksanakan selama satu minggu, hingga Sabtu (13/6) mendatang.
Selanjutnya, pihaknya berencana akan memberikan rapor kepada seluruh siswa pada Sabtu (20/6) mendatang.
“Nah untuk pembagian rapor juga, melalui surat edaran kita mengimbau agar diupayakan guru mengantarkan langsung ke sekolah. Tapi kalau memang tidak memungkinkan, maka orangtua murid yang datang, dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” katanya.
Untuk sistem pembagian rapor dengan dijemput oleh orangtua siswa, Eddi juga berharap agar sekolah dapat tetap mengikuti protokol kesehatan. Dirinya menyebutkan, salah satu yang dapat diterapkan ialah mengenai pengaturan jadwal dan jarak yang dilakukan saat pengambilan rapor. (Red)