Bupati Solok H Gusmal SE.M Kukuhkan BWI
Koto Baru , Bupati Solok H Gusmal SE.MM menghadiri pengukuhan dan pelantikan Pengurus BWI (Badan Wakaf Indonesia) dan Nazir Wakaf Kecamatan Se Kabupaten Solok periode 2019-2023,kegiatan tersebut bertempat di Kantor kemenag Koto Baru 8 Oktober 2019
Selain Bupati Solok H. Gusmal, SE. MM juga tampak hadir Kakan kemenag H. Alizar Chan,S.Ag Kabid SMP H.Sakar soaib, S.Pd,Ketua BWI kabupaten solok Rusli intan sati
Dalam Laporan ketua BIW ( Badan Wakaf Indonesia ) Rusli Intan Sati menyampaikan
Badan wakaf Indonesia Berdiri pada tahun 2016, Kepengurusan badan wakaf Indonesia Sekretaris melekat kepada Kasi Bimas di kantor Kemenag.
Selain itu Rusli Intan Sati menyampaikan pengurus ini sudah Melaksanakan kegiatan bimtek badan wakaf Indonesia bekerja sama dengan Kemenag yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2019 di Muaro Paneh.
Adapun Tugas pengurus BWI tanah yang di wakafkan Masyarakat Melegalisasi tanah wakaf dengan sertifikat .Dan BWI telah memprogramkan wakaf tunai untuk kemaslahatan umat
Kemenag H. Alizar Chan, S.Ag dalam sambutannya berharap kepada pengurus untuk dapat melakukan tugas dengan program yang telah dibentuk. Mari Jadikan wakaf produktif sebagai upaya peningkatan ekonomi masyrakat
Pada Tanggal 9 Oktober 2019 Rahmi Tri Agustin, Kelas 9 SMPN 1 X Koto Singkarak mengikut Pentas PAIS tingkat Nasional cabang Pidato Bahasa Indonesia mewakili Sumatera barat di Makasar.
Bupati Solok H Gusmal SE.MM dalam sambutannya menyampaikan Selamat Kepada BWI dan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) yang baru dilantik (Kepala KUA Kecamatan)
Kepada pengurus yang baru dilantik, Tugas BWI dan PPAIW saling berkaitan, BWI menjangkau masyarakat untuk berwakaf sedangkan PPAIW mencatatkan dan melegalkan wakaf
Dan Kepada pengurus memahami tupoksi BWI dan PPAIW untuk bekerja maksimal serta
Pemberdayaan wakaf dengan optimal.
Mari Susun program dengan membangun komunikasi dengan instansi terkait.Publikasikan program lewat media agar masyarakat tahu peran BWI dan PPAIW sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dan ikut berwakaf.
Agar tidak tumpang tindih dengan BAZNAS, BWI harus aktif berkoordinasi serta menjangkau potensi yang ada di masyarakat. (yos)