Medan — Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (
PKB), Dr. Ida Fauziyah, secara resmi mengukuhkan kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah (DPW)
PKB Sumatera Utara dalam sebuah acara yang digelar di Hotel Mercure Medan, Jumat (13/2).
Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi
PKB Sumut dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta menegaskan komitmen partai untuk terus hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat.
Ashari Tambunan:
PKB Harus Hadir untuk Rakyat
Ketua DPW
PKB Sumatera Utara, H. Ashari Tambunan, dalam pidatonya menegaskan bahwa perjuangan
PKB bukanlah perjuangan sesaat, melainkan bentuk pengabdian panjang yang harus terus dijaga demi kepentingan rakyat.
"Kita harus membuktikan bahwa
PKB ini benar-benar hadir untuk masyarakat. Dalam setengah tahun ke depan, bahkan dalam tahun-tahun berikutnya, kita harus terus berbicara dan bekerja nyata untuk rakyat," ujar Ashari.
Menurutnya, keberhasilan partai tidak semata diukur dari capaian politik, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat melalui kerja-kerja kader di lapangan.
Ashari juga menekankan pentingnya menjaga solidaritas dan kekompakan internal sebagai kekuatan utama menghadapi berbagai tantangan.
"Kita punya solidaritas. Kita harus terus menjaga kekompakan, karena dengan persatuan itulah kita bisa menghadapi tantangan apa pun," tegasnya.
Ia turut mengajak seluruh kader lintas generasi untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan sosial, pendidikan, serta memperkuat komunikasi politik yang lebih efektif dan membumi.
"Ke depan, kita harus merancang program komunikasi yang lebih meningkat. Kita harus hadir di tengah masyarakat dengan kerja nyata, dengan program pembangunan dan pendidikan yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat," tambahnya.
Ida Fauziyah:
PKB Kawal Demokrasi dan Pembangunan SDM
Sementara itu, Waketum
PKB Ida Fauziyah menegaskan komitmen partai untuk terus mengawal demokrasi Indonesia agar tetap berjalan sehat, inklusif, dan berpihak kepada rakyat.
Menurut Ida, demokrasi tidak cukup hanya dimaknai sebagai proses pemilu, tetapi juga harus diwujudkan melalui kebijakan publik yang mampu menjawab tantangan zaman.
"Demokrasi kita harus terus diperkuat dengan sistem informasi yang terbuka, komunikasi sosial yang sehat, serta kerja sama lintas elemen bangsa," ujar Ida.
Teknologi dan SDM Jadi Kunci Masa Depan
Ida menilai perkembangan teknologi dan pengetahuan menjadi faktor utama dalam membangun masa depan bangsa. Partai politik, kata dia, harus mampu beradaptasi dan mengambil peran strategis dalam mendorong kemajuan Indonesia, terutama dalam penguatan sumber daya manusia.
"Kita sedang menghadapi era perubahan besar. Teknologi berkembang cepat, interaksi sosial berubah, dan tantangan global semakin kompleks. Ini membutuhkan kepemimpinan politik yang visioner," tegasnya.
Soroti Ketidakpastian Global
Dalam pidatonya, Ida juga menyinggung kondisi dunia yang saat ini penuh ketidakpastian, mulai dari konflik geopolitik, tekanan ekonomi global, hingga dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
"Situasi global hari ini mengajarkan kita bahwa Indonesia harus semakin solid, demokrasi harus matang, dan pembangunan harus berorientasi pada kesejahteraan rakyat," katanya.
PKB Tegaskan Pengabdian untuk Indonesia
Ida Fauziyah menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa
PKB akan terus hadir sebagai partai yang mengutamakan pengabdian, bukan sekadar mengejar kekuasaan.
"Pertanyaannya bukan apakah kita partai biasa-biasa saja, tetapi apakah kita mampu menjadi partai yang luar biasa dalam pengabdian kepada rakyat dan Indonesia tercinta," pungkasnya.rel