Rabu, 21 Oktober 2026

Silaturahim Kebangsaan, Kapolda Sumut dan Gema Santri Nusa Perkuat Sinergi Ulama-Polri

Administrator
Selasa, 20 Oktober 2026 20:50 WIB
Silaturahim Kebangsaan, Kapolda Sumut dan Gema Santri Nusa Perkuat Sinergi Ulama-Polri
MEDAN – Silaturahim kebangsaan antara Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Sonny Irawan, SH, MM, dan Ketua Umum Gema Santri Nusa KH Akhmad Khambali, SE, MM, menjadi momentum memperkuat sinergi ulama dan Polri dalam merawat keberagaman serta menjaga persatuan di Sumatera Utara.

Pertemuan yang berlangsung pada Selasa (20/10/2026) tersebut turut didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen. KH Akhmad Khambali hadir bersama Ustadz Fadli Sudiro, inisiator Akademi Da'i Cilik TVRI Sumatera Utara.

Silaturahim ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, ulama, santri, pendidik, dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Sumatera Utara.

Bagi KH Akhmad Khambali, keberagaman bukanlah penghalang persatuan, melainkan kekuatan sosial yang harus dirawat melalui dialog, sikap saling menghormati, dan kerja sama nyata.

Baca Juga:
"Sumatera Utara adalah rumah besar bagi kita semua. Perbedaan suku, agama, bahasa, dan budaya bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan untuk saling mengenal, menghormati, dan menguatkan. Kita boleh berbeda dalam identitas, tetapi harus tetap bersatu dalam komitmen menjaga Indonesia," demikian pesan kebangsaan yang disampaikan dalam semangat silaturahim tersebut.

KH Akhmad Khambali Bawa Semangat Kebangsaan Gus Dur

Sebagai Ketua Umum Gema Santri Nusa sekaligus pengasuh Majelis Sholawat Akhsa Nusantara dan Ponpes Tahfizhul Qur'an Roudhotul Ulum, KH Akhmad Khambali dikenal mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, persaudaraan, dan kebangsaan yang sejalan dengan pemikiran KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Menurutnya, santri tidak hanya berperan menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga harus menjadi pelopor perdamaian, penguat persatuan, dan bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

Baca Juga:
Semangat tersebut menempatkan kecintaan terhadap agama dan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai dua hal yang berjalan beriringan.

Di tengah masyarakat Sumatera Utara yang multietnis dan multikultural, peran ulama dan tokoh agama dinilai penting untuk membangun ruang dialog serta mencegah perbedaan berkembang menjadi konflik.

Sinergi Polri, Ulama, dan Masyarakat

Pertemuan dengan Kapolda dan Wakapolda Sumut juga menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara Polri, ulama, tokoh lintas agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, pesantren, dan berbagai elemen masyarakat.

KH Akhmad Khambali menekankan pentingnya pendekatan keamanan yang berjalan beriringan dengan pendidikan, dialog, dan pendekatan humanis.

Polri memiliki tanggung jawab melindungi masyarakat, menjaga keamanan, dan menegakkan hukum secara adil. Sementara itu, ulama dan tokoh agama berperan menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, mengembangkan toleransi, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui musyawarah.

Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi berlanjut dalam kegiatan konkret, seperti dialog kebangsaan, pendidikan toleransi, penguatan literasi digital, pembinaan generasi muda, serta gerakan melawan hoaks dan ujaran kebencian.

Dengan demikian, masyarakat dapat menjadi mitra aktif dalam menjaga keamanan dan memperkuat ketahanan sosial di lingkungannya masing-masing.

Akademi Da'i Cilik dan Penguatan Karakter Generasi Muda

Kehadiran Ustadz Fadli Sudiro selaku inisiator Akademi Da'i Cilik TVRI Sumatera Utara turut memperkuat dimensi pendidikan karakter dalam silaturahim tersebut.

Pembinaan dai cilik dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang religius, berakhlak mulia, santun dalam berdakwah, serta memiliki wawasan kebangsaan.

Generasi muda juga perlu dibekali kemampuan menggunakan media digital secara bertanggung jawab, menghormati perbedaan, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.

KH Akhmad Khambali, yang juga bertindak sebagai pembina Akademi Da'i Cilik TVRI, menekankan bahwa dakwah tidak hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, penghormatan terhadap sesama, dan kecintaan terhadap tanah air.

Sinergi antara ulama, pendidik, keluarga, lembaga pendidikan, dan aparat kepolisian diharapkan mampu membentuk generasi yang religius, nasionalis, moderat, serta memiliki karakter kuat dalam menghadapi tantangan zaman.

Menghidupkan Semangat Gus Dur: Kemanusiaan dan Toleransi

Semangat perjuangan Gus Dur mengajarkan bahwa penghormatan terhadap martabat manusia dan keberagaman merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam konteks Sumatera Utara, nilai-nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap tidak mudah menghakimi kelompok lain, tidak menyebarkan kebencian atas nama agama atau identitas, serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan persoalan.

Tokoh agama dan masyarakat juga diharapkan mampu menjadi penengah yang menyejukkan ketika muncul persoalan yang berpotensi memicu ketegangan sosial.

"Ulama harus menjadi penyejuk, santri harus menjadi pelopor kebaikan, Polri harus hadir sebagai pelindung masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus mengambil bagian dalam menjaga persaudaraan. Jangan sampai perbedaan dimanfaatkan untuk memecah belah kita. Sumatera Utara membutuhkan kolaborasi, bukan polarisasi; membutuhkan persaudaraan, bukan permusuhan," demikian pesan yang mengemuka dalam semangat gerakan kebangsaan tersebut.

Dari Silaturahim Menuju Kolaborasi Nyata

Silaturahim kebangsaan ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi penguatan kemitraan antara kepolisian dan masyarakat sipil, khususnya komunitas santri, organisasi keagamaan, serta para pendidik generasi muda.

Sejumlah program yang dapat dikembangkan antara lain dialog kebangsaan lintas agama dan etnis, pendidikan toleransi di pesantren dan sekolah, pembinaan dai cilik, penguatan literasi digital, serta gerakan bersama melawan hoaks dan ujaran kebencian.

Kemitraan Polri dan masyarakat juga perlu diperkuat melalui komunikasi terbuka, kegiatan sosial, dan upaya deteksi dini terhadap potensi konflik dengan tetap menghormati hak serta martabat warga.

Langkah tersebut penting agar toleransi dan persatuan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sumut Harmonis, Tanggung Jawab Bersama

Silaturahim antara Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Fadillah Zulkarnaen, Ketua Umum Gema Santri Nusa KH Akhmad Khambali, dan Ustadz Fadli Sudiro menjadi pengingat bahwa menjaga keharmonisan Sumatera Utara membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Keberagaman harus menjadi modal pembangunan, perbedaan menjadi ruang pembelajaran, dan agama menjadi sumber nilai kebaikan. Sementara itu, keamanan dan ketertiban harus dibangun melalui sinergi aparat dan masyarakat.

Dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan, keteladanan ulama, pendidikan pesantren, serta pelayanan kepolisian yang profesional dan humanis, Sumatera Utara diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang aman, damai, inklusif, dan bermartabat bagi seluruh warganya.

SUMUT HARMONIS: SATU TUJUAN, BERAGAM IDENTITAS, KUAT DALAM KOLABORASI.

Ulama Merangkul, Santri Mengabdi, Polri Melindungi, Masyarakat Bersatu.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Yayasan Brata Bhakti Sumut Beri Bantuan Beasiswa dan Santunan Kepada Anak Yatim Polri

Yayasan Brata Bhakti Sumut Beri Bantuan Beasiswa dan Santunan Kepada Anak Yatim Polri

Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati-Pamen, Brigjen Sonny Irawan Jadi Kapolda Sumut

Kapolri Suyudi Rombak 88 Pati-Pamen, Brigjen Sonny Irawan Jadi Kapolda Sumut

DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, CEO Sumut24 Group Sampaikan Ucapan Selamat

DPR RI Setujui Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, CEO Sumut24 Group Sampaikan Ucapan Selamat

Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Tunggal Kapolri yang Diusulkan Prabowo

Profil Komjen Suyudi Ario Seto, Calon Tunggal Kapolri yang Diusulkan Prabowo

Kapolri Kunker ke Medan, Sejumlah Agenda Besar Warnai Kota Medan Senin Besok

Kapolri Kunker ke Medan, Sejumlah Agenda Besar Warnai Kota Medan Senin Besok

Mahmud Nazly Harahap Dipercaya Jadi Kakorsabhara Baharkam Polri, Zakiyuddin Sampaikan Doa dan Harapan

Mahmud Nazly Harahap Dipercaya Jadi Kakorsabhara Baharkam Polri, Zakiyuddin Sampaikan Doa dan Harapan

Komentar
Berita Terbaru