MEDAN — Semangat merawat keberagaman dan memperkuat persatuan bangsa digaungkan Forum Keberagaman Nusantara (FKN) Sumatera Utara. Sebanyak 23 paguyuban kesukuan, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama dan tokoh masyarakat menghadiri pertemuan sekaligus silaturahmi pengurus DPW FKN Sumut di Istana Maimun, Medan, Rabu (1/10/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan antarsuku, agama dan budaya sekaligus membahas berbagai program kerja FKN Sumut ke depan.
Ketua DPW FKN Sumut, Tuanku Sultan Deli Lamanjiji Perkasa Alamsyah, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang untuk berdiskusi, bertukar pikiran serta merumuskan langkah dan program FKN Sumut.
"Pertemuan ini untuk menjalin dan mempererat tali persaudaraan serta kebersamaan sesama pengurus FKN Sumut. Kita juga berdiskusi, bertukar pikiran dan merumuskan program kerja ke depan," ujarnya.
Baca Juga:
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina DPW FKN Sumut, H. Ruslan, SH, menegaskan keberadaan FKN merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk merajut kebhinekaan di tengah keberagaman suku, budaya dan agama yang ada di Indonesia.
Menurutnya, FKN dibentuk atas dasar kepedulian terhadap pentingnya menjaga kerukunan sekaligus meredam potensi konflik sosial, etnis maupun keagamaan.
"FKN hadir sebagai ikhtiar untuk merajut kebhinekaan dan keberagaman suku, budaya serta agama yang ada di tanah air. Latar belakang dan tujuan kita adalah menjaga persaudaraan dan meredam potensi konflik sosial, etnis dan agama," kata Ruslan.
Ia menyebut, visi utama FKN adalah menjaga keutuhan bangsa dengan terus membangun toleransi dan kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
FKN mengusung semangat "Beragam, Bersatu, Berdaya untuk Indonesia Raya" dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ruslan menjelaskan, FKN diluncurkan di Kota Medan pada 11 Mei 2024 dan kemudian dideklarasikan di Kesultanan Ternate, Maluku Utara, pada Oktober 2025. Forum tersebut lahir atas inisiatif Ketua DPP Jaringan Batak Muslim Indonesia (JBMI), H. Arif R. Marbun, SE, yang sekaligus dipercaya sebagai Ketua Umum DPP FKN.
"Keberagaman jangan menjadi sumber perpecahan. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia yang lebih maju, damai dan berdaya," tegasnya.
Silaturahmi tersebut dihadiri sejumlah tokoh dan pimpinan organisasi, antara lain Sultan Deli Lamanjiji Perkasa Alamsyah, Ketua DPP PMS Mbelin Brahmana, Ketua Umum PB Pendawa Indonesia H. Ruslan, pengurus DPP HBB, Pujakesuma Sumut M. Dayan, Ketua BM3 Farianda P. Sinik, Ketua Pasundan, Ketua Walubi Sumut Bunda Ayen, Ketua FKUB Sumut H.M. Hatta.
Hadir pula perwakilan keluarga besar Makassar/Sulawesi, warga Ambon, Ketua JBMI Sumut Aripay Tambunan, Nabari Ginting, paguyuban Banten, Bali dan NTT, perwakilan Khonghucu, Muslim Linggaw, PB GAMI, Pemuda Siliwangi, Dewan Adat Raja Angkola Sipirok, keluarga besar Tapanuli Tengah, Prof. Dr. Dadan R., KKSS, Kesultanan Serdang T. Ahmad Talaa, Ketua Sasak Lombok, Makatani, Maluku Bersatu dan PGI Sumut.
Turut hadir Sekjen FKN Sumut Taufik Siregar, para pemuka agama serta tokoh masyarakat Sumatera Utara.
Pertemuan di Istana Maimun tersebut sekaligus menegaskan komitmen FKN Sumut untuk menjadikan keberagaman sebagai modal sosial dalam memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas kehidupan bermasyarakat di Sumatera Utara.
Dengan melibatkan berbagai paguyuban dan komunitas lintas suku serta agama, FKN Sumut berharap semangat toleransi tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui kerja bersama dan program yang memberi manfaat bagi masyarakat.