Selasa, 17 Februari 2026

Perbedaan Awal Ramadhan, Masyarakat Medan Diajak Kedepankan Kedewasaan

Administrator
Selasa, 17 Februari 2026 22:12 WIB
Perbedaan Awal Ramadhan, Masyarakat Medan Diajak Kedepankan Kedewasaan
Ist
Medan – Bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, tepatnya di lokasi pemantauan hilal, masyarakat Kota Medan diajak untuk menyikapi perbedaan penetapan awal Ramadhan dengan kedewasaan dan sikap saling menghormati.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan pemantauan hilal yang merupakan bagian dari proses rukyatul hilal sebagai dasar penentuan awal bulan suci Ramadhan. Dalam pelaksanaannya, baik pemerintah maupun Muhammadiyah memiliki metode serta kriteria masing-masing dalam menetapkan awal Ramadhan.
Berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar pemerintah, 1 Ramadhan 1447 Hijriah ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 H pada Rabu, 18 Februari 2026.
Perbedaan tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika keilmuan dan tradisi ijtihad yang telah lama menjadi khazanah umat Islam di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perdebatan yang dapat memecah persaudaraan.
"Perbedaan ini adalah hal yang wajar dalam tradisi keilmuan Islam. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kebersamaan dan saling menghormati," ujar pernyataan tersebut di sela-sela kegiatan pemantauan.
Masyarakat diharapkan dapat menjadikan momentum Ramadhan sebagai ajang memperkuat ukhuwah, meningkatkan kualitas ibadah, serta menebarkan nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman pandangan.
Dengan semangat kebersamaan, Ramadhan diharapkan membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam, khususnya di Kota Medan.rel



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Masyarakat Medan Diajak Tetap Rukun

Perbedaan Awal Ramadhan 1447 H, Masyarakat Medan Diajak Tetap Rukun

Komentar
Berita Terbaru