Minggu, 01 Maret 2026
Marhaban ya Ramadhan

GREAT Institute Sambut Baik Keinginan Prabowo Jadi Juru Damai Israel-Iran

Administrator
Sabtu, 28 Februari 2026 21:21 WIB
GREAT Institute Sambut Baik Keinginan Prabowo Jadi Juru Damai Israel-Iran
Istimewa
JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menawarkan diri menjadi mediator untuk menghentikan aksi saling serang antara Israel yang dibantu Amerika Serikat dengan Iran.

Kesediaan Prabowo ini disampaikan Kementerian Luar Negeri melalui akun X @Kemlu_RI.

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," tulis @Kemlu_RI.

Israel secara mendadak menyerang sejumlah pemukiman sipil Iran di Tehran dan Isfahan serta kota lain pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Kantor pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei menjadi salah satu fasilitas yang disasar dalam serangan itu.

Baca Juga:
Sementata sebuah asrama putri di Isfahan dilaporkan ikut hancur dan sejauh ini menewaskan puluhan siswi.

Serangan Israel dilakukan di tengah putaran ketiga pembicaraan damai AS dan Iran di Jenewa yang dimediasi Oman.

Tak lama setelah serangan itu Iran melancarkan seranhan balasan menggunakan hak yang diatur dalam Pasal 51 Piagam PBN. Selain Tel Aviv, Iran menyerang pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Teluk.

Lembaga think tank GREAT Institute mendukung langkah Presiden Prabowo menawarkan diri menjadi mediator di antara Israel dan AS di satu pihak dan Iran di pihak lain.

Baca Juga:
"Sayang sekali pembicaraan damai AS-Iran yang sehari sebelumnya dilaporkan mencapai kemajuan berarti mendadak rusak oleh serangan Israel. Ini membuktikan pemerintahan Benjamin Netanyahu punya kepentingan lain yang merugikan perdamaian kawasan juga membahayakan keselamatan warga Israel sendiri," ujar Direktur Geopolitik GREAT Institute, Dr. Teguh Santosa, dalam keterangan Sabtu malam.

Teguh mengatakan, pembicaraan damai harus terus dilakukan. Metode dan pendekatan baru harus diaplikasikan, salah satunya dengan melibatkan Indonesia sebagai mediator.

"Tidak ada yang lebih berharga dari perdamaian kawasan dan keselamatan umat manusia di seluruh dunia. Kami mengapresiasi kesediaan Presiden Prabowo mengajak kita semua terhindar dari kehancuran yang tak terkira," katanya lagi.

Teguh juga mengatakan serangan balasan Iran adalah upaya untuk "menyamakan" kedudukan, dan itu legal karena dijamin dalam Piagam PBB.

Setelah kedudukan disamakan, dia berharap terjadi peredaan, dan pihak-pihak bertikai bersedia memulai kembali pembicaraan damai. []

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mohd Syafiq: Inovasi Berkelanjutan Penentu Keunggulan VFive

Mohd Syafiq: Inovasi Berkelanjutan Penentu Keunggulan VFive

Teguh Santosa: Israel Salah Pilih Waktu Bisa Kehilangan Muka

Teguh Santosa: Israel Salah Pilih Waktu Bisa Kehilangan Muka

Kehadiran Maxim Di Pangururan Tawarkan Layanan Hemat Untuk Masyarakat

Kehadiran Maxim Di Pangururan Tawarkan Layanan Hemat Untuk Masyarakat

Giliran Komisi X DPR dan Mendikdasmen RI Rayain Ultah Karmila

Giliran Komisi X DPR dan Mendikdasmen RI Rayain Ultah Karmila

500 Petugas Amankan Malam Takbiran Ini 11 Lokasinya

500 Petugas Amankan Malam Takbiran Ini 11 Lokasinya

Pencairan THR bagi ASN dan Pekerja Swasta Dipastikan Tepat Waktu

Pencairan THR bagi ASN dan Pekerja Swasta Dipastikan Tepat Waktu

Komentar
Berita Terbaru