Jumat, 25 September 2026

BP BUMN Salurkan Tali Asih Untuk Keluarga Jurnalis-ABK Arupadatu I

Administrator
Jumat, 25 September 2026 09:02 WIB
BP BUMN Salurkan Tali Asih Untuk Keluarga Jurnalis-ABK Arupadatu I
Ist
BP BUMN Salurkan Tali Asih Untuk Keluarga Jurnalis-ABK Arupadatu I


Jakarta - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menyalurkan tali asih untuk keluarga dari lima orang jurnalis dan tiga anak buah kapal (ABK) KM Arupadatu 1 yang hilang kontak di Selat Sunda.

"Kami ingin berikhtiar untuk menyampaikan kepada bapak-ibu sekalian bahwa bapak-ibu sekalian tentunya tidak sendiri. Ada kami, keluarga besar BUMN yang berusaha untuk membantu," ujar Wakil Kepala II Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata dalam acara "Penyerahan Tali Asih Kepada Keluarga Korban Erupsi Gunung Anak Krakatau" yang digelar di Gedung BP BUMN Jakarta, Kamis.

Adapun sejumlah perusahaan yang terlibat dalam pemberian tali asih, yakni LKBN ANTARA, Antara ETP, Peruri, AirNav, Jasa Tirta I, Jasa Tirta II, Pelindo, ASDP Indonesia Ferry, Jasamarga dan PTPN 4.

Tedi menyampaikan bahwa pemberian tali asih tersebut merupakan wujud kepedulian BUMN dalam membantu keluarga para jurnalis dan ABK untuk melalui keadaan yang tidak mudah untuk dihadapi.

Baca Juga:
"Tentunya, tali asih yang kami berikan pada sore hari ini tentu tidak akan bisa menggantikan apa yang hilang," ucap Tedi.

Tedi berharap agar keluarga dari rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda dapat diberikan ketabahan.

Secara terpisah, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan BP BUMN Hambra berharap agar tali asih yang disalurkan dapat memberikan keringanan kepada keluarga korban.

Ia menjelaskan BP BUMN terus mengikuti perkembangan pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat KM Arupadatu I dan memutuskan untuk menyalurkan tali asih tanpa menunda terlalu lama.

Baca Juga:
"Kami dari BUMN, BP BUMN maupun dari BUMN-BUMN yang ikut berpartisipasi itu memberikan tali asih kepada saudara-saudara kita. Mungkin tidak bisa mengganti kehilangan yang terjadi, tetapi inilah bentuk kepedulian," ujar Hambra.

Atas tali asih yang disalurkan, Direktur Pemberitaan ANTARA Virgandhi Prayudantoro menyampaikan apresiasi kepada BP BUMN dan BUMN-BUMN yang terlibat. Menurut Virgandhi, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah melalui BUMN terhadap jurnalis.

"Ini menjadi bukti pemerintah melalui BP BUMN peduli terhadap jurnalis. Saya mengucapkan terima asih kepada BP BUMN dan para BUMN yang ikut serta dalam penyerahan tali asih ini," kata Virgandhi.

Adapun delapan orang yang merupakan rombongan kapal cepat KM Arupadatu I, M Bagus Khoirunnas (jurnalis Kantor Berita ANTARA), Ari Basuki (jurnalis Merdeka.com), Yudhistiro (jurnalis iNews), Firdaus (jurnalis Anadolu) dan Donal (jurnalis lepas).

Sedangkan tiga lainnya, yakni Warta (kapten kapal), Surakman (ABK), serta Heriyanto (pemandu).rel

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Menjaga Marwah Jurnalistik di Tengah Arus Zaman: Cerita Perjalanan 14 Tahun Harian Sumut24 Semakin Berkelas

Menjaga Marwah Jurnalistik di Tengah Arus Zaman: Cerita Perjalanan 14 Tahun Harian Sumut24 Semakin Berkelas

Keputusan MK: Wartawan Tak Bisa Langsung Dituntut Pidana Atas Karya Jurnalistiknya

Keputusan MK: Wartawan Tak Bisa Langsung Dituntut Pidana Atas Karya Jurnalistiknya

Wartawan Harus Junjung Integritas, Bukan Jadi Penjilat Kekuasaan

Wartawan Harus Junjung Integritas, Bukan Jadi Penjilat Kekuasaan

Di Forum Jurnalis Internasional, Teguh Santosa Tekankan Pentingnya Jurnalisme Berkualitas di Era Disrupsi

Di Forum Jurnalis Internasional, Teguh Santosa Tekankan Pentingnya Jurnalisme Berkualitas di Era Disrupsi

Dengan Semangat Grow Spiritually, Forum Jurnalis Ruas HKBP Terbentuk

Dengan Semangat Grow Spiritually, Forum Jurnalis Ruas HKBP Terbentuk

Polemik Honor Tak Terdaftar Intimidasi Wartawan, Porman Pasang Badan Takut Jabatan Dicopot

Polemik Honor Tak Terdaftar Intimidasi Wartawan, Porman Pasang Badan Takut Jabatan Dicopot

Komentar
Berita Terbaru