Medan, Halomedan.com Suasana khidmat dan penuh kebersamaan mewarnai hari pertama berbuka puasa Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Medan, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (17/2/2026). Ratusan jamaah memadati lantai dasar masjid sejak sore hari untuk mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama.
Sekretaris Badan Kenaziran Masjid Agung Medan, H. Yuslin Siregar, secara resmi menandai dimulainya rangkaian kegiatan berbuka puasa tahun ini. Dalam sambutannya, ia mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat ibadah dan mempererat tali silaturahmi.
"Ramadan adalah bulan penuh berkah. Mari kita jadikan momentum ini untuk meningkatkan kualitas ibadah dan menjaga kebersamaan. Kami juga mengharapkan seluruh jamaah ikut menjaga kebersihan masjid, karena kebersihan adalah sebagian dari iman," ujar Yuslin di hadapan jamaah.
Sejak pukul 17.00 WIB, jamaah berdatangan, bahkan sebagian berasal dari luar Kota Medan. Mereka duduk lesehan berbaris rapi, saling berhadapan, menciptakan suasana religius yang hangat dan tertib sembari menanti azan Magrib.
Yuslin menegaskan, hidangan berbuka puasa yang disediakan setiap hari berasal dari sumbangan para donatur dan tidak menggunakan dana kas maupun tabung infak masjid. Selain takjil berupa bubur dan air mineral, Badan Kenaziran juga berencana menyediakan makan sahur pada malam-malam ganjil sepuluh hari terakhir Ramadan, yakni malam ke-21, 23, 25, dan 27.
"Insya Allah pada malam itikaf, kami siapkan sahur berupa nasi bungkus dari Rumah Makan Garuda. Semoga para donatur diberi kesehatan dan rezeki yang berkah," tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Imam Besar Masjid Agung Medan, H.M. Syukur Siregar, M.Pd., Alhafidz, para pengurus masjid, serta sejumlah tokoh masyarakat dan aparat kepolisian.
Sebagai agenda rutin tahunan, kegiatan berbuka puasa bersama di Masjid Agung Medan selalu mendapat sambutan antusias. Tahun lalu, jumlah jamaah pada hari biasa mencapai 400–500 orang, dan pada akhir pekan bisa menembus lebih dari 700 hingga seribu jamaah.
Tradisi berbuka bersama ini kembali menegaskan peran Masjid Agung Medan sebagai pusat ibadah, silaturahmi, dan penguatan spiritual umat Islam di Kota Medan sepanjang Ramadan 1447 Hijriah.rel