MEDAN, halomedan.com – PT
Belawan New Container Terminal (BNCT) mencatat kinerja positif pada April 2026 dengan membukukan arus petikemas sebesar 59.663 TEUs. Angka tersebut meningkat 24,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 47.831 TEUs.
Tak hanya tumbuh signifikan secara tahunan, realisasi arus petikemas pada April juga melampaui target bulanan perusahaan yang ditetapkan sebesar 56.406 TEUs.
Peningkatan volume petikemas tersebut didorong oleh normalisasi aktivitas perdagangan dan logistik setelah periode libur Idul Fitri pada akhir Maret. Kembalinya aktivitas ekspor dan impor serta beroperasinya sektor industri dan distribusi secara penuh turut meningkatkan arus barang melalui Pelabuhan
Belawan.
Corporate Secretary PT
Belawan New Container Terminal, Rizki Affandi Nasution, mengatakan capaian pada April menunjukkan mulai pulihnya aktivitas logistik di wilayah Sumatera bagian utara setelah mengalami perlambatan selama masa libur panjang.
"Kinerja April menunjukkan pemulihan arus petikemas yang cukup baik dibandingkan bulan sebelumnya. Meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi pasca-Idul Fitri turut mendorong pertumbuhan volume di terminal. Kami akan terus berupaya menjaga kelancaran layanan dan melakukan perbaikan secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa," katanya.
Menurut Rizki, BNCT terus berupaya meningkatkan keandalan layanan melalui penguatan operasional, optimalisasi proses kerja, serta peningkatan kesiapan fasilitas dan peralatan secara bertahap.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kelancaran arus barang sekaligus memberikan pelayanan yang semakin baik bagi para pengguna jasa pelabuhan.
Sebagai terminal petikemas internasional yang melayani aktivitas ekspor dan impor di wilayah Sumatera bagian utara, BNCT memegang peran penting dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional. Pertumbuhan volume pada April dinilai menjadi indikator positif meningkatnya aktivitas perdagangan dan logistik di kawasan tersebut.
Ke depan, BNCT akan terus memperkuat koordinasi dengan perusahaan pelayaran, pengguna jasa, serta para pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kelancaran operasional terminal.
Perusahaan juga optimistis tren pertumbuhan arus petikemas akan tetap terjaga seiring meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang sepanjang kuartal kedua tahun 2026. (ril)