Jakarta, –
Iran buka suara setelah Jerman, Prancis, dan Inggris menyatakan kesiapan mereka untuk melawan
Iran dan mendukung perlawanan negara-negara Teluk.
Duta Besar
Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan langkah tiga negara Eropa itu "tidak memiliki arti," karena
Iran tidak pernah menyerang kepentingan mereka.
"Langkah tersebut tidak memiliki arti dikarenakan kami bukan pihak yang menyerang kepentingan mereka. Kami berada dalam posisi membela negara dan masyarakat kami lah yang sedang terbunuh saat ini, dan tentu saja kami tidak pernah menyerang negara manapun," kata Boroujerdi dalam jumpa pers di kediamannya di Jakarta, Senin (2/3).
Boroujerdi menambahkan, "Kami hanya memberikan reaksi terhadap serangan yang terjadi kepada negara kami."
Sebelumnya, pada Minggu (1/3), Prancis, Jerman, dan Inggris mengeluarkan pernyataan bersama menyatakan siap membela kepentingan mereka dan sekutu di negara-negara Teluk. Ketiga negara menegaskan akan mengambil "tindakan defensif" untuk menghancurkan kemampuan militer
Iran.
"Serangan sembrono
Iran telah menyasar sekutu dekat kami dan mengancam personel militer serta warga sipil kami di seluruh kawasan," demikian pernyataan bersama yang dikutip AFP. "Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan
Iran dalam menembakkan rudal dan drone," tambahnya.
Ketegangan ini bermula setelah
Iran meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah pada Sabtu (28/2), sebagai respons atas serangan Washington dan Israel. Serangan tersebut menargetkan fasilitas militer AS di Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, Kuwait, hingga Arab Saudi.
Negara-negara Teluk mengecam tindakan
Iran dan menyatakan kesiapan mereka untuk menanggapi agresi. Pernyataan bersama Arab Saudi dan sekutunya menyebut, "[Kami] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk membela keamanan dan stabilitas serta untuk melindungi teritori, warga negara, dan penduduk, termasuk opsi untuk menanggapi agresi ini."
Sementara itu,
Iran menegaskan bahwa serangan hanya ditujukan untuk membalas AS. Menteri Luar Negeri
Iran, Abbas Araghchi, menekankan, "[
Iran] tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangga di Teluk Persia.
Iran mempertahankan hubungan bertetangga yang baik dengan mereka semua."rel