Medan – Pelaksana Tugas (
Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, menegaskan bahwa kuota 4000 peserta program mudik gratis telah ditetapkan sesuai prosedur yang berlaku.
Menurut Suriono, ketentuan pendaftaran telah diatur dengan sistem pembagian di empat loket. Setiap loket melayani maksimal 1000 pendaftar, sehingga total kuota yang tersedia berjumlah 4000 orang.
"Ketentuan yang dibuat untuk satu loket 1000 orang. Artinya kalau ada empat loket, sudah cukup kuota 4000 orang," ujar Suriono kepada wartawan, Senin (3/3/2026), menanggapi keluhan masyarakat terkait cepat habisnya kuota mudik gratis.
Ia menjelaskan, membludaknya pendaftar disebabkan tingginya antusiasme warga. Dalam praktiknya, satu orang pendaftar kerap mewakili tiga hingga lima anggota keluarga, seperti warga yang hendak mudik ke daerah asal Payabungan.
"Nah, biasanya yang mendaftar satu orang bisa saja membawa tiga sampai lima anggota keluarga. Itu yang membuat kuota cepat terpenuhi," jelasnya.
Terkait kemungkinan penambahan kuota, Suriono menyebutkan pihaknya masih mempertimbangkan hal tersebut dengan melihat ketersediaan armada bus yang ada saat ini.
"Penambahan kuota masih kita pertimbangkan, karena harus disesuaikan dengan jumlah armada bus yang tersedia," tambahnya.
Meski demikian, ia memastikan apabila hingga 9 Maret 2026 terdapat peserta yang telah mendapatkan tiket namun membatalkan keberangkatan, maka kuota tersebut akan dialihkan kepada warga lain yang membutuhkan.
Selain itu, Suriono juga menanggapi isu adanya aparatur sipil negara (ASN) yang ikut dalam program mudik gratis. Ia menegaskan bahwa pada dasarnya program tersebut diperuntukkan bagi seluruh warga yang membutuhkan.
"Semua warga sama, yang penting memang membutuhkan mudik gratis. Kami harap masyarakat bisa memahami kondisi yang ada," pungkasnya. (red)