Medan | Halomedan.comGelombang desakan agar Wali Kota Medan, Rica Waas, mencopot Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kota Medan kian menguat. Polemik ini dipicu terbitnya Surat Edaran Nomor 500.7.1/1540 tentang Penataan Lokasi dan Pengelolaan Limbah Penjualan Daging Non-halal di wilayah Kota Medan tertanggal 13 Februari 2026.
Surat edaran tersebut menuai kontroversi dan disebut-sebut menjadi sumber kegaduhan di tengah masyarakat serta pelaku usaha. Sejumlah sumber internal menyebutkan, ide awal kebijakan itu diduga berasal dari Plt Kadiskop UKM Perindag, Citra Effendi Capah, bersama Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kota Medan.
Tak sedikit pihak yang menilai penerbitan surat edaran itu terkesan tergesa-gesa dan minim sosialisasi. Bahkan, muncul dugaan bahwa konsep kebijakan tersebut digodok dalam lingkup terbatas sebelum akhirnya diterbitkan tanpa dialog publik yang memadai.
"Ini bukan kebijakan kecil. Ini menyentuh aspek ekonomi dan sensitif secara sosial. Kalau benar inisiatifnya dari Plt dan Asisten Ekbang, wali kota harus berani bersikap tegas," ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.
Desakan pencopotan pun mencuat sebagai bentuk pertanggungjawaban moral dan administratif atas kegaduhan yang terjadi. Sejumlah kalangan menilai, jika benar prosedur penyusunan kebijakan tidak dilakukan secara komprehensif dan partisipatif, maka evaluasi jabatan menjadi langkah yang tak terelakkan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Pemerintah Kota Medan terkait dugaan peran Plt Kadiskop UKM Perindag dan Asisten Ekbang dalam perumusan surat edaran tersebut. Sementara itu, tekanan publik terus meningkat dan sorotan kini tertuju pada langkah yang akan diambil Wali Kota Medan.
Polemik ini menjadi ujian kepemimpinan bagi orang nomor satu di Kota Medan dalam meredam kontroversi sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat yang majemuk.rel
Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di
Google News