Rabu, 11 Februari 2026
Oleh: Jaya Suprana, Budayawan dan Pendiri MURI

SEBAGAI penggubah siklus Suita Marzukiana kemudian merekam ke dalam album Suita Marzukiana sebelum mempergelarkannya sebagai repetoar resital pianoforte tunggal di panggung Carnegie Hall, saya memang harus mengakui bahwa saya bukan hanya penggemar namun juga pengagum untuk menghindari istilah bombastis : pemuja Ismail Marzuki.

Bahkan sebagai warga Indonesia saya berani menyatakan bahwa Ismail Marzuki lebih unggul ketimbang Franz Schubert dalam hal menggubah sekaligus melodi dan lirik lagu. Franz Schubert menggubah Lieder terbatas hanya melodi dan harmoninya, tanpa syair yang lazimnya ditulis oleh orang lain.

Sama halnya dengan Franz Schubert, Robert Schumann, Hugo Wolf dan Johannes Brahms maupun Richard Srauss yang bukan komponis lagu An der schoenen blauen Donau yang lebih terkenal di dunia sebagai The Blue Danube.

Baca Juga:
Kelebihan obyektif de facto Ismail Marzuki terhadap para penggubah Lieder dalam bahasa Jerman terletak pada kemampuan sang penggubah melodi sekaligus lirik yang telah dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Sebelum menonton film berjudul "Siapa Dia", saya tidak tahu apa maksud judul film yang disturadarai oleh Sang Maestro sinematografi Indonesia, Garin Nugroho.

Setelah menonton film "Siapa Dia", di bagian finale alias akhir film tersebut di Netflix, baru saya tersadar bahwa judul film tersebut dipetik dari lirik lagu "Payung Fantasi" karya Ismail Marzuki, yaitu "Hey Hey Siapa Dia?".

Lirik lagu "Payung Fantasi" cukup fantastis sebagai berikut:

Baca Juga:
Lenggang mengorak menarik hati serentak/ hey-hey siapa dia.../ Wajah sembunyi di balik payung fantasi/ hey-hey siapa dia.../

Siapa gerangan dinda... bidadari dari surga / ataukah burung kenari pembawa harapan pelipur hati.../

Payung fantasi arah kemana dituju/ Hey-hey tunggu dulu.../ Bolehkah aku melihat seri wajahmu/ Hey-hey siapa dia.../

Payung fantasi melambai disinar pagi/ hey-hey cantik nian/ Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang/

Siapa gerangan tuan/ cendrawasih dari bulan.../ Ataukah si bintang siang/ si pembawa pelipur rasa bahagia.../

Payung fantasi melambai di sinar pagi/ hey-hey cantik nian/

Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang/
Boleh kupandang/ Wajahmu secantik bintang/ Bolehkah disayang

Terkesan bahwa selera Garin Nugroho mirip selera saya dalam hal menyukai lagu-lagu ciptaan Ismail Marzuki sebab de facto mayoritas film "Siapa Dia" didominasi oleh lagu-lagu gubahan Ismail Marzuki semisal "Rangkaian Melati", "Di Wajahmu Kulihat Bulan", "Kopral Jono", dan tentu saja "Payung Fantasi".

Lirik "Hey, Hey, Siapa Dia" tanpa "Hey, Hey" dinobatkan sebagai judul opus magnus terbaru Garin. Bahkan terkesan Garin Nugroho mengabaikan kronologi dengan sengaja menempatkan lagu "Payung Fantasi" justru di bagian finale dinyanyikan rame-rame oleh para pemeran dipimpin Nikolas Saputra yang memang layak berperan utama, sebagai sajian penutup lezat film musikal historis keren tersebut.

Bravissimo, Mas Garin! []

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Administrator
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 Dorong Literasi AI dan Transparansi Digital

Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 Dorong Literasi AI dan Transparansi Digital

Jangan Intervensi Soliditas Musda XI GOLKAR Sumut

Jangan Intervensi Soliditas Musda XI GOLKAR Sumut

Head to Head di Musda Golkar Sumut: Hendri Sitorus vs Andar Harahap

Head to Head di Musda Golkar Sumut: Hendri Sitorus vs Andar Harahap

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Bupati Deli Serdang Jangan Diam Melihat Kades Helvetia Diduga Menjual SKT Jutaan Rupiah

Bupati Deli Serdang Jangan Diam Melihat Kades Helvetia Diduga Menjual SKT Jutaan Rupiah

Layanan MBG Dihentikan, Orang Tua Siswa Pertanyakan Kejelasan Kelanjutan

Layanan MBG Dihentikan, Orang Tua Siswa Pertanyakan Kejelasan Kelanjutan

Komentar
Berita Terbaru