Sabtu, 07 Februari 2026

Enam Tahun JMSI, Bikin Terang Indonesia perkuat media siber daerah

Administrator
Sabtu, 07 Februari 2026 17:05 WIB
Enam Tahun JMSI, Bikin Terang Indonesia perkuat media siber daerah
Ist
BANDA ACEH - Di Banten, ribuan atau mungkin puluhan ribu pekerja media berkumpul disana. Seantero nusantara, mereka datang untuk satu acara, peringatan Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026.

Setiap tahun, HPN digelar. Berbagai provinsi jadi tuan rumah. Sebelum di Banten, perayaan serupa digelar di Kalimantan Selatan. Hari Pers Nasional diperingati setiap tanggal 9 Februari.

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), satu dari sekian komunitas pers di tanah air. Organisasi ini, dideklarasikan pada 8 Februari 2020. Penulis bersama Teguh Santosa dan pekerja pers lainnya, membidani lahirnya wadah perusahaan pers ini. Saat itu, di Banjarmasin, kota berjuluk seribu sungai.

Kini, usia JMSI menapak enam tahun. Bertepatan dengan HPN di Banten, Jaringan Media Siber Indonesia juga peringati hari lahirnya. Jika HPN tanggal 9 Februari, maka JMSI diperingati setiap 8 Februari, hanya berbeda satu hari.

Bagi penulis, enam tahun bukan sekedar hitungan usia. Terutama abgi organisasi perusahaan pers. Menanjak tahun ke-6 JMSI berdiri, ia adalah ikhtiar-menjaga api idealisme tetap menyala di tengah arus informasi. Meminjam istilah Teguh Santosa, Ketum JMSI yang terpilih kali kedua tahun lalu, arus informasi kini berlari tanpa jeda, bahkan melahirkan sampah digital.

Baca Juga:
Di usianya yang ke-6, tentu, kita inginkan JMSI terus menegaskan posisinya: jadi rumah bersama bagi perusahaan pers berbasis siber. Organisasi ini terus tumbuh, entah seratus atau seribu tahun lagi, sebagai pagar etika agar publik dapat kabar terang, berimbang, dan bertanggungjawab. Seperti tagline, Bikin Terang Indonesia.
Bikin Terang Indonesia pekerjaan sunyi dibalik meja

Enam tahun sudah JMSI berkiprah. Sebagai organisasi perusahaan pers berbasis siber, tantangan makin sulit dan terbuka. Kini, informasi bisa lahir dimana saja, ditengah arus informasi seperti air bah.
Akal imitasi atau aritificial intelegence tumbuh cepat, media sosial juga jadi sarana informasi yang tak bisa dianggap sepele. Keberadaannya, telah menggerus media mainstream. Namun, ditengah derasnya pertumbuhannya, ada satu hal yang tak mereka miliki, yakni, kepercayaan publik.

Saat informasi beradu cepat, masyarakat melahap segalanya, bahkan hingga berita palsu sekalipun. Bikin Terang Indonessia, adalah semangat JMSI jaga kepercayaan publik, sebab, nilai itu lebih mahal dari mata uang.

Enam tahun sudah usia JMSI, refleksi adalah cara, untuk meneguhkan kembali semangat dan memikul tanggungjawab. Profesionalisme media siber anggota, literasi digital, dan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

Baca Juga:
Refleksi enam tahun JMSI, harus melihat keberadaan anggota sebagai pemilik pers di daerah. Organisasi ini tumbuh dari kesadaran bahwa, media daerah merupakan nadi informasi publik terdekat dengan warga. Saat isu nasional begitu jauh, media siber daerah hadir sebagai jembatan.

Mata pusat terlalu jauh meneropong persoalan di daerah. Tangannya panjang, tapi tak bisa menjangkau akar persoalan rakyat, seperti layanan publik, ekonomi lokal, pendidikan dan bahkan isu kesehatan.
Indonesia begitu besar dan luas, hingga tak mampu menjaga seorang anak SD yang memilih bunuh diri karna miskin. Disinilah seharusnya, peran media siber lokal berada, ia jadi penjaga moral para penyelenggara negara.

Kasus itu, semakin perteguh keberadaan JMSI seharusnya, bahwa, ekosistem pers yang sehat, tidak bisa hanya bertumpu pada media besar, tapi juga, media siber lokal yang kuat, independen, dan berkelanjutan.

Enam tahun perjalanan JMSI dan peringatannya hari lahirnya, mesti jadi momentum dan penegasan bahwa, pertumbuhan organisasi pers harus sejalan dengan meningkatnya standar. Ini bukan soal persaingan, namun tentang algoritma, tekanan ekonomi, keamanan jurnalisme, serta tuntutan masyarakat yang kian kencang.

Usia enam tahun tentu terbilang muda, namun, pesan pentingnya, saat posisi JMSI ingin bikin terang Indonesia, maka, media siber anggotanya bukan sekedar penerbit informasi, tapi jadi pendidik publik-membiasakan warga memeriksa fakta.

Enam tahun sudah JMSI berkiprah. Membangun organisasi itu mudah, bisa berdiri, tapi membuatnya mampu menjadi rumah yang menguatkan anggota, itu bukan pekerjaan gampang. Kita semua, disini, bersama JMSI, bertahan dan bertumbuh atas kesadaran kolektif.

Tahun 2026, Banten jadi saksi perayaan HUT JMSI ke-6, provinsi ini penyaksi bahwa, pers masih punya tugas tak pernah lekang dan usang, yakni menerangai ruang publik. Saat informasi mudah di produksi dan dipercaya, JMSI memilih tanggungjawab verifikasi konteks. Selamat HUT JMSI ke-6, terus bikin terang Indonesia-dengan berita benar, jurnalisme bermartabat, dan keberpihakan pada rakyat.

Oleh Hendro Saky
Penulis adalah Ketua Pengurus Daerah JMSI Aceh



Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Enam Terduga Korupsi Proyek Jalan Tiba di Gedung KPK untuk Diperiksa Intensif

Enam Terduga Korupsi Proyek Jalan Tiba di Gedung KPK untuk Diperiksa Intensif

Penambahan Kapasitas Produksi PDAM Tirtanadi, Ewin Putra: Pipa Alami Kendala Akibat Tekanan Tinggi

Penambahan Kapasitas Produksi PDAM Tirtanadi, Ewin Putra: Pipa Alami Kendala Akibat Tekanan Tinggi

Atlet Senam Putra Termotivasi Tambah Emas untuk DKI Jakarta

Atlet Senam Putra Termotivasi Tambah Emas untuk DKI Jakarta

Senam Aerobik Start, Dua Medali Emas Diperebutkan Hari Pertama

Senam Aerobik Start, Dua Medali Emas Diperebutkan Hari Pertama

Inilah Hasil Lengkap Perolehan Medali Senam Artistik PON XXI 2024

Inilah Hasil Lengkap Perolehan Medali Senam Artistik PON XXI 2024

Pj Gubernur Agus Fatoni Beri Semangat Atlet Senam Kreasi Sumut yang Berlaga di Kejurnas

Pj Gubernur Agus Fatoni Beri Semangat Atlet Senam Kreasi Sumut yang Berlaga di Kejurnas

Komentar
Berita Terbaru