MEDAN – Ketua Badan Pengurus Pusat (BPP) Ikatan Pemulung Indonesia (IPI) melakukan roadshow sosialisasi Program Extended Producer Responsibility (EPR) ke Provinsi Sumatera Utara, sebelum melanjutkan agenda serupa ke Sumatera Barat. Sosialisasi ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan.
Kegiatan sosialisasi proyek percontohan EPR tersebut digelar bersama Pengurus BPD IPI Sumut, Pengurus Korwil IPI Kota Medan, serta Komcat IPI Medan Amplas, dan berlangsung di Sekretariat BPD IPI Sumut, Jalan M. Nawi Harahap No. 182, Kota Medan.
Ketua Umum BPP IPI Pusat, Pris Volly Lengkong, menjelaskan bahwa program EPR bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan konsep EPR beserta manfaatnya dalam sistem pengelolaan sampah nasional.
"Melalui sosialisasi ini, kami ingin mendorong partisipasi aktif masyarakat, sekaligus membangun kerja sama yang kuat antara pemerintah, industri, dan masyarakat, khususnya para pemulung, dalam pengelolaan sampah," ujar Pris Volly Lengkong.
Dalam kegiatan tersebut, Ketum IPI Pusat memaparkan konsep dasar EPR, manfaat implementasinya, serta rencana pelaksanaan proyek percontohan EPR di wilayah Sumatera Utara. Sosialisasi juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang melibatkan Pengurus BPD IPI Sumut, Pengurus BPC IPI Kota Medan, Korwil IPI Medan Amplas, serta para pemulung yang hadir, guna berbagi pengalaman dan tantangan dalam pengelolaan sampah di lapangan.
Pris Volly Lengkong menegaskan bahwa program EPR tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan pemulung. Salah satu bentuk nyata dari program ini adalah pemberian insentif kepada pemulung yang berperan aktif membantu perusahaan dalam mengelola sampah produk mereka.
"Pemulung adalah garda terdepan dalam pengelolaan sampah. Melalui EPR, mereka harus mendapatkan manfaat ekonomi yang adil karena telah membantu industri mengurangi dampak lingkungan," tegasnya.
Program EPR yang disosialisasikan ini mendapat dukungan dari PT Chandra Asri dan Danone Indonesia (AQUA). Target peserta sosialisasi meliputi pengurus BPD IPI Sumut, pengurus Korwil IPI Kota Medan, Komcat IPI Medan Amplas, perwakilan industri, serta sekitar 20 orang pemulung di Kota Medan.
Sementara itu, Ketua BPD IPI Sumut, Risdianto, berharap program EPR ini dapat menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara pemulung, industri, dan masyarakat luas.
"Kami berharap program ini mampu meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah yang efektif dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat sinergitas antara pemulung, industri, dan masyarakat," ujarnya.
Dengan roadshow sosialisasi ini, IPI menargetkan implementasi EPR dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta kesejahteraan pemulung, khususnya di Sumatera Utara.