Rabu, 28 Januari 2026

Faisal: Jurnalis Hadapi Tantangan Besar di Tengah Disrupsi Media Digital

Administrator
Rabu, 21 Januari 2026 19:07 WIB
Faisal: Jurnalis Hadapi Tantangan Besar di Tengah Disrupsi Media Digital
Ist
Kukar — Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Faisal, menegaskan bahwa jurnalis saat ini menghadapi tantangan besar di tengah disrupsi media digital. Arus informasi yang bergerak sangat cepat membuat siapa pun kini dapat menjadi produsen berita.
Menurut Faisal, media profesional tidak hanya bersaing dengan sesama media, tetapi juga dengan akun media sosial, buzzer, hingga news influencer yang mampu menyebarkan informasi dalam hitungan detik, tanpa selalu mengindahkan kaidah jurnalistik.
Hal tersebut disampaikan Faisal saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi kegiatan Retreat Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kaltim Tahun 2026, Rabu (21/1/2026). Ia hadir mewakili Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya retreat jurnalis pertama di Kalimantan Timur.
"Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi media. Bagaimana media yang legal, kompeten, dan beretika tetap relevan serta dipercaya di tengah banjir informasi instan," ujar Faisal.
Ia menilai tema retreat, "Jurnalis Masa Kini di Tengah Disrupsi Media dan Turbulensi Ekonomi Daerah", sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Perubahan teknologi, kata Faisal, menuntut perubahan cara berpikir, cara bekerja, sekaligus cara bertahan bagi insan pers.
Faisal juga menekankan bahwa retreat bukan sekadar agenda berkumpul, melainkan ruang refleksi dan introspeksi bagi jurnalis untuk menata kembali arah serta peran profesinya. Interaksi aktif antara narasumber dan peserta disebutnya menjadi kunci agar retreat benar-benar bermakna.
Di sisi lain, ia mengingatkan pentingnya relasi yang sehat antara media, pemerintah, dan swasta. Menyampaikan hal positif tentang daerah, menurutnya, bukan berarti menjadi corong kekuasaan, melainkan bagian dari membangun ekosistem informasi dan ekonomi yang berimbang.
"Jika daerah terus diberitakan negatif tanpa keseimbangan, investasi bisa enggan masuk dan ekonomi melemah. Pada akhirnya media juga yang terdampak," katanya.
Ia berharap Retreat JMSI Kaltim 2026 dapat melahirkan jurnalis yang berpikir lebih jernih, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki semangat bertahan yang kuat di tengah tantangan zaman.
Kegiatan Retreat JMSI Kaltim Tahun 2026 resmi dibuka dan diharapkan menjadi ruang belajar serta bertumbuh bagi insan pers di Kalimantan Timur. Retreat ini diikuti 25 peserta dari Kutai Kartanegara dan Samarinda, terdiri dari 13 wartawan perempuan dan 12 wartawan laki-laki.red

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Sumber
:
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Mahasiswa Desak Gubsu Copot Faisal Hasrimy, Soroti Dugaan Konspirasi Smartboard Rp100 Miliar

Mahasiswa Desak Gubsu Copot Faisal Hasrimy, Soroti Dugaan Konspirasi Smartboard Rp100 Miliar

Tinggalkan Noda Hitam di Medan dan Langkat, Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi Desak Bobby Evaluasi  Alexander- Faisal Hasrimy

Tinggalkan Noda Hitam di Medan dan Langkat, Mahasiswa dan Pemuda Anti Korupsi Desak Bobby Evaluasi Alexander- Faisal Hasrimy

M. Faisal Gelar Reses di Medan, Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan Tepat Sasaran

M. Faisal Gelar Reses di Medan, Dorong Pemerintah Salurkan Bantuan Tepat Sasaran

Komentar
Berita Terbaru