Inggris | Halomedan.com — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable bersama para pimpinan universitas ternama di Inggris. Sejumlah kampus bergengsi hadir dalam pertemuan tersebut, di antaranya University of Oxford, University of Cambridge, University College London (UCL), London School of Economics and Political Science (LSE), King's College London, Imperial College London, serta universitas unggulan lain yang tergabung dalam Russell Group University.
Dalam kesempatan tersebut,
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pendidikan merupakan kunci utama kemajuan bangsa. Menurut
Presiden, abad ke-21 adalah era ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pendidikan menjadi instrumen paling strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan sekaligus mewujudkan keadilan sosial.
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menjalankan berbagai kebijakan pendidikan yang bersifat transformatif. Salah satunya melalui pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Hingga kini, sebanyak 166 sekolah berasrama telah beroperasi, dan ke depan akan diperluas dengan sekolah bagi siswa berprestasi serta sekolah terpadu untuk kelompok menengah. Di sisi lain, pemerintah juga terus memperluas pembelajaran digital jarak jauh guna mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.
Selain itu,
Presiden Prabowo juga menyoroti keterbatasan tenaga medis yang masih dihadapi Indonesia. Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berencana membangun 10 universitas baru berstandar internasional di bidang kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, serta sains dan teknologi. Universitas-universitas ini akan menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar serta menyediakan beasiswa penuh bagi mahasiswa terbaik.
Pemerintah membuka peluang kerja sama internasional dengan berbagai pihak, termasuk universitas-universitas unggulan di Inggris, British Council, serta program profesor tamu dan pembangunan rumah sakit pendidikan bertaraf internasional di setiap kampus.
Presiden Prabowo menyatakan optimisme bahwa seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga universitas-universitas tersebut mulai menerima mahasiswa pada tahun 2028 sebagai bagian dari komitmen jangka panjang pemerintah dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing global.red