Binjai -Wujud kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh DPD Himpunan Keluarga Besar Mandailing (HIKMA) Kota Binjai. Pagi ini, ba'da Subuh, tepat 4 Rajab 1447 H / 24 Desember 2025, rombongan DPD HIKMA Kota Binjai bergerak menuju Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, membawa
bantuan logistik bagi saudara-saudara yang terdampak
banjir dan longsor.
Rombongan
bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPD HIKMA Kota Binjai, Drs. Irwansyah Nasution, dengan melibatkan kolaborasi lintas organisasi dan elemen umat. Bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil sinergi antara HIKMA Kota Binjai, IPQOH (Ikatan Persaudaraan Qori dan Qoriah Kota Binjai), Pondok Pesantren Pondok Kita, serta diperkuat partisipasi Kelompok Arisan Parsadaan Gunung Baringin Binjai, yang seluruhnya bergerak di bawah payung kebersamaan HIKMA Kota Binjai.
Dukungan penuh terhadap aksi sosial ini juga disampaikan oleh H. Syahrir Nasution, Gelar Sutan Kumala Bulan, yang menegaskan bahwa warga Mandailing memiliki benang merah sejarah dan perjuangan keislaman dengan masyarakat Aceh Nanggroe Darussalam. Menurutnya, musibah yang melanda Aceh Tamiang menjadi pengingat kuat bahwa sesama Muslim adalah bersaudara, tanpa sekat geografis maupun etnis.
"Walaupun hingga kini bencana
banjir dan longsor di Aceh belum ditetapkan sebagai bencana nasional oleh negara, hal itu tidak menyurutkan semangat kita untuk bergerak. Secara mandiri, melalui organisasi etnis dan persaudaraan umat seperti HIKMA, IPQOH, serta pondok pesantren, kita tetap hadir mem
bantu saudara-saudara kita," ujar Syahrir Nasution.
Sebagai Wakil Ketua HIKMA Sumatera Utara sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan HIKMA Kota Binjai, Syahrir Nasution juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya keluarga besar Mandailing Kota Binjai, IPQOH, Pondok Pesantren Pondok Kita, serta Parsadaan Arisan Keluarga Gunung Baringin atas kepedulian dan kekompakan dalam aksi kemanusiaan ini.
Di akhir pernyataannya, ia berharap musibah yang menimpa warga Aceh Tamiang dapat segera berlalu, serta silaturahmi antara masyarakat Mandailing dan Aceh semakin erat. "Semoga saudara-saudara kita diberi kekuatan dan ketabahan, sehingga aktivitas kehidupan dapat kembali berjalan normal seperti sediakala," pungkasnya.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan solidaritas umat tetap hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat.rel